Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil
Senin, 21 Sep 2026, 17:07 WIBJAKARTA - Politisi Golkar sekaligus Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid mengaku telah berdiskusi dengan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebelum mundur dari kepengurusan partai berlambang beringin itu.
Ditemui usai rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, Nusron mengatakan dirinya berdiskusi dengan Bahlil mengenai hal tersebut sejak 2025.
âKalau soal itu kami sudah lama diskusi dengan Pak Bahlil dari tahun lalu. Jadi selebihnya lebih baik tanyakan sama Pak Bahlil selaku ketua umum. Kami sudah pernah diskusi masalah itu lama,â kata dia.
Ketika ditanya soal alasan dirinya mundur dari kepengurusan Partai Golkar, Nusron enggan memberikan jawaban. Dia juga tidak menjawab pertanyaan ihwal fokus yang akan dilakukan ke depan setelah tidak lagi menjadi bagian kepengurusan partai.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar M. Sarmuji mengungkapkan bahwa Nusron Wahid sudah mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Golkar.
"Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan lalu,â ujar Sarmuji saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu (19/9).
Nusron sedianya tercatat sebagai Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar.
Dengan pengunduran diri tersebut, kata Sarmuji , Nusron kini tetap menjadi anggota atau kader biasa di Partai Golkar.
Menurut dia, Nusron mengajukan pengunduran diri langsung kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia.
Kendati demikian, Sarmuji mengaku tidak mengetahui alasan persis pengunduran diri Nusron.
âMungkin ingin fokus ke hal lain,â ucapnya.
- Partai Golkar
- Mundur
- Nusron Wahid
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Polisi Uji Forensik pada Temuan Kerangka Manusia di Tangerang
-
Timnas Putra Lithuania dan Putri AS Menjuarai FIBA 3x3 U23 World Cup 2026
-
Nama Nusron Wahid Jadi Sorotan Usai KPK OTT Pejabat ATR/BPN, Ini Kata Golkar
-
Tiongkok Mulai Waspadai Ancaman AI, Kemampuan Peretasan Bisa Ganggu Keamanan Nasional
-
15 Pelaku Usaha Kena Teguran Kemendag karena Langgar Aturan Distribusi Minyakita.
-
Jenderal Korea Utara Tegaskan Status Negara Nuklir Tak Bisa Diubah, Negara Lain Diminta Setop Kecaman
-
Bertemu Wali Kota New York, Pramono Paparkan Strategi Jakarta Atasi Macet dan Banjir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.