Mentan Dorong Mekanisasi dan Digitalisasi Pertanian untuk Tingkatkan Produksi Padi

Kamis, 04 Sep 2025, 16:50 WIB

YOGYAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus mendorong mekanisasi dan transformasi digital di sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas padi nasional. Mekanisasi dinilai mampu menekan biaya produksi, menghemat tenaga kerja, meningkatkan indeks pertanaman, serta menghasilkan panen yang lebih optimal.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya perbaikan sektor pertanian dan mendapat dukungan penuh dari Presiden,” kata Amran saat menjadi pembicara kunci dalam Seminar Nasional bertema *Transformasi Digital dan AI untuk Ketahanan Pangan: Meningkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan* di Auditorium Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM, Rabu (3/9), yang disampaikan secara video zoom meeting.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Dinas Pertanian

Ia menambahkan, pemerintah tengah mempercepat pembenahan regulasi, infrastruktur, sarana produksi, dan optimalisasi lahan. Hasil dari langkah ini, menurutnya, terlihat dalam laporan Food and Agriculture Organization (FAO) yang menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia untuk persentase kenaikan produksi beras, setelah Brasil.

Dalam hal optimalisasi lahan, Amran menyebut pemerintah telah memperbaiki sekitar satu juta hektare lahan rawa dari total potensi sepuluh juta hektare. Produksi padi pun meningkat signifikan, dari rata-rata tiga ton per hektare menjadi 5–7 ton per hektare. Selain itu, pemerintah menargetkan masa tanam padi bisa dilakukan tiga kali dalam setahun, dari sebelumnya hanya sekali.

Untuk memperkuat program tersebut, Mentan mengajak Perhimpunan Teknik Pertanian Indonesia (Perteta) serta kalangan akademisi berperan aktif dalam riset dan pengembangan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi pertanian. “Perteta perlu mengorganisasi temuan baru dari perguruan tinggi dan menyampaikannya kepada pemerintah agar bisa segera diimplementasikan,” ujarnya.

Dekan FTP UGM, Prof. Eni Harmayani, menilai modernisasi pertanian berbasis teknologi presisi, sensor, big data, internet of things, hingga AI menjadi kebutuhan mendesak. “Transformasi digital memungkinkan peningkatan produktivitas sekaligus menjadi solusi menghadapi ancaman perubahan iklim, konversi lahan, dan pertumbuhan penduduk,” katanya.

Ia menegaskan FTP UGM sejak awal berdiri berkomitmen pada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada kedaulatan pangan, keberlanjutan lingkungan, serta kesejahteraan petani.

Seminar nasional ini menjadi bagian dari peringatan Dies Natalis ke-62 FTP UGM yang digelar bekerja sama dengan Perteta Pusat dan Badan Kejuruan Teknik Pertanian (BKTP) Persatuan Insinyur Indonesia. Acara diikuti 200 peserta secara luring dan 90 peserta secara daring.

Selain sesi seminar, kegiatan juga dimeriahkan dengan Expo Produk Penelitian yang menampilkan inovasi teknologi pertanian terbaru serta pameran poster karya 10 finalis Lomba Inovasi Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Nasional 2025.

  • padi
  • pertanian
  • digitalisasi

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.