Prabowo: Saya Tetap Bela Rakyat
Selasa, 02 Sep 2025, 03:03 WIBPresiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk tetap membela rakyat dan tak akan mundur menghadapi aksi-aksi anarkis yang terjadi dalam sepekan terakhir.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus membela rakyat dan bersumpah tidak akan mundur dalam menghadapi aksi-aksi anarkis yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
âDemi Allah saya tidak akan mundur setapak pun, saya yakin rakyat bersama saya,â kata Prabowo saat memberikan keterangan pers usai menjenguk korban aksi demonstrasi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (1/9).
Prabowo menyampaikan keprihatinannya atas puluhan korban luka dalam peristiwa itu, baik dari unsur kepolisian maupun masyarakat.
Menurut Presiden, hingga saat ini masih ada 17 orang yang dirawat, termasuk seorang perempuan yang mengalami patah tulang setelah motornya dirampas perusuh.
Kepala Negara menegaskan hak menyampaikan pendapat dijamin Undang-Undang, namun harus dilakukan secara damai dan sesuai aturan. âKalau demonstran murni yang baik justru oleh aparat harus dilindungi,â ujarnya.
Namun, Prabowo menilai sejumlah aksi telah disusupi perusuh yang berniat merusak dan membakar fasilitas publik, termasuk gedung DPR dan DPRD. âNiatnya bukan menyampaikan pendapat, niatnya adalah bikin rusuh, mengganggu kehidupan rakyat, menghancurkan upaya pembangunan nasional,â kata Presiden.
Prabowo menyatakan pemerintah akan bertindak tegas dan mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas aksi anarkis tersebut. âSaya tidak ragu-ragu membela rakyat, saya akan hadapi mafia-mafia yang sekuat apapun saya hadapi atas nama rakyat,â ucapnya.
Prabowo juga memerintahkan agar seluruh petugas kepolisian yang menjadi korban dinaikkan pangkat luar biasa sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka menjaga keamanan negara.
Diketahui, Presiden Prabowo di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin, menjenguk belasan polisi yang mengalami cedera dan luka-luka akibat unjuk rasa massa di beberapa daerah di Jakarta pekan lalu, yang berujung ricuh.
Prabowo, yang didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, mengaku dirinya merasa terpanggil untuk menjenguk dan melihat langsung keadaan aparat kepolisian yang terluka karena membela negara, dan rakyat. âHari ini, saya merasa terpanggil, harus nengok petugas-petugas kita, prajurit-prajurit kepolisian yang cedera,â kata Presiden Prabowo.
Jumlah polisi dan warga yang cedera dan luka-luka akibat kericuhan aksi massa pada pekan lalu itu, Presiden menyebut ada lebih dari 40 orang.
Tindakan Makar
Dalam kesempatan sama, Presiden menilai insiden pembakaran Kantor DPRD Makassar oleh massa saat unjuk rasa pada Jumat (28/8) lalu merupakan tindakan makar, bukan penyampaian aspirasi.
Prabowo mengatakan bahwa peristiwa pembakaran Kantor DPRD Makassar, Sulawesi Selatan, tersebut menyebabkan empat korban yang merupakan aparat sipil negara (ASN) meninggal dunia. âIngat, di Sulawesi Selatan ada empat ASN, orang tidak bersalah, orang tidak berpolitik menjadi korban. Gedung DPR dibakar, ini tindakan-tindakan makar ini, ini bukan penyampaian aspirasi,â kata Prabowo.
Sementara itu, Polri memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas di Indonesia telah kondusif setelah terjadinya aksi anarkis beberapa hari terakhir. âSituasi saat ini kondusif. Di daerah Jakarta kemarin, dari Polda Metro Jaya dan Komando Daerah Militer Jayakarta melakukan patroli skala besar,â kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko di Jakarta, Senin.
Trunoyudo mengatakan bahwa Polri terus melaksanakan berbagai langkah, mulai dari preemtif, preventif, hingga penegakan hukum guna mewujudkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat. âSecara nasional, ini terus dilakukan. Artinya, saat ini kondusif. Yang kembali bekerja, saat ini sudah kembali bekerja. Semua sudah bisa merasakan,â ujarnya.
Trunoyudo juga mengimbau masyarakat untuk memilah informasi yang didapat agar tidak menerima berita hoaks. Diketahui, sejauh ini Polri telah menangkap 3.195 orang dari massa yang terlibat aksi demonstrasi ricuh.
âUntuk data sementara yang dihimpun dari Polda jajaran sebanyak 387 orang telah dipulangkan, 55 orang telah ditetapkan tersangka, dan 2.753 dalam tahap pemeriksaan,â jelasnya. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur ke Rumah Duka Andika Lutfi, Tapi Kok Tidak Menjanjikan Apa-apa Ya, Termasuk Wapres. Usut Kekerasan Aparat atas 10 Korban Jiwa
-
Aksi unjuk rasa Hari Perempuan Sedunia di Ternate
-
Pemkot Jaktim Amankan Stok Pangan
-
DPRD DKI Dorong Pemetaan Retribusi Lebih Detail untuk Dongkrak PAD
-
Wagub: Ojol Silakan Unjuk Rasa. Tolong Jaga Jakarta Juga
-
Pengesahan UU PPRT Perkuat Perlindungan Hak PRT
-
Bali Dilanda Banjir Besar, Happy Salma Harapkan Penerapan Keseimbangan Tata Ruang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.