Investor dari Kazakhtan Tertarik Investasi di IKN
Selasa, 02 Sep 2025, 03:09 WIBPENAJAM - Otorita Ibu Kota Negara (OIKN) menyebutkan lima penanam modal asal Republik Kazakhstan menyampaikan dokumen komitmen awal untuk kerja sama (letter of intent/LoI) dalam pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
âAda lima yang menyampaikan LoI dari total 15 pemilik modal dari Kazakhstan yang menjajaki peluang investasi di IKN,â ujar Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha OIKN Lazuardi Nasution ketika ditanya menyangkut investasi pembangunan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Senin (1/9).
Ia menyebutkan LoI itu sebagai sinyal awal ketertarikan untuk menanamkan modal, bahkan BI Group salah satu perusahaan Republik Kazakhstan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan OIKN.
Investor internasional, termasuk dari Republik Kazakhstan memiliki peluang besar untuk terlibat dalam pembangunan kota masa depan calon ibu kota Indonesia itu.
OIKN juga menyediakan insentif dan kemudahan berusaha bagi investor asing yang terlihat dalam pembangunan ibu kota negara masa depan Indonesia.tersebut.
âIklim investasi di IKN dirancang kompetitif dan terbuka,â kata Lazuardi Nasution tanpa menyebut besaran investasi dari penanam modal Republik Kazakhstan itu.
Investor asal Republik Kazakhstan yang tertarik terlibat dalam pembangunan IKN dari sektor konstruksi, transportasi, teknologi informasi, kecerdasan buatan, hingga solusi kota pintar (smart city).
Menurut menurut Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Republik Kazakhstan dan Republik Tajikistan Fadjroel Rachman, pendekatan melalui investasi merupakan bagian dari strategi diplomasi ekonomi yang fokus mendukung pengembangan IKN. âPenjajakan dan kerja sama adalah langkah konkret mendorong realisasi investasi di IKN,â katanya.
Sementara itu, Pemkab Kukar secara proaktif menyiapkan beragam potensi investasi dengan fokus utama pada sektor hilirisasi untuk memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga strategis IKN.
Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyatakan bahwa penguatan hilirisasi akan mencakup seluruh kecamatan melalui program One District, One Industry.
Menurutnya, program ini dirancang untuk membangun industri pengolahan yang dekat dengan sumber bahan baku, seperti turunan kelapa sawit, pasir silika, hingga batu bara.
âIndustrinya yang kita dekatkan dengan sumber potensi di setiap kecamatan, sehingga proses hilirisasi komoditas unggulan dapat berjalan optimal,â ujar Aulia. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cegah Campak, Dinkes Lebak Gencarkan Imunisasi dan Pola Hidup Bersih.
-
Panglima TNI Anugerahkan KPLB kepada Prajurit Juara Hafalan 30 Juz Al-Qur’an
-
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji untuk Penuhi Masyarakat Sumbar Jelang Lebaran
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Daftar Lengkap Kantong Parkir Car Free Night Malam Takbiran: Dari Monas hingga Wisma Mandiri
-
Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Gencatan Senjata
-
Gibran Bisa Mulai Ngantor di IKN Tahun 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.