Gempa M6,0 di Afghanistan Tewaskan 622 Orang, 1.500 Luka-luka

Senin, 01 Sep 2025, 13:43 WIB

KABUL - Gempa berkekuatan 6,0 yang melanda Afghanistan timur menewaskan 622 orang, lebih dari 1.500 orang terluka, kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri kepada AFP, Senin (1/9). 

"610 orang tewas dan 1.300 orang terluka di provinsi Kunar, banyak rumah hancur," kata juru bicara Abdul Mateen Qani. Ia mengatakan di provinsi Nangarhar, 12 orang tewas dan 255 lainnya terluka.

Ket. Foto: Gempa bumi melanda provinsi Kunar di timur laut Afghanistan yang terjal. — Sumber: ST/X

Gempa bumi terjadi sesaat sebelum tengah malam, mengguncang bangunan dari Kabul hingga ibu kota negara tetangga Pakistan, Islamabad, sekitar 370 kilometer (230 mil) jauhnya, selama beberapa detik, kata wartawan AFP. 

Episentrum gempa, yang terjadi pada kedalaman relatif dangkal 8 kilometer, berada 27 kilometer dari kota Jalalabad di provinsi Nangarhar, menurut Survei Geologi AS.

Gempa dangkal cenderung menyebabkan kerusakan lebih parah daripada gempa dalam.

Sering Terjadi Gempa

Serangkaian gempa susulan terjadi sepanjang malam, termasuk gempa bumi yang kuat dan dangkal berkekuatan 5,2 skala Richter tepat setelah pukul 4 pagi (Minggu pukul 23.30 GMT).

Afghanistan sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush, dekat pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan India. 

Provinsi Nangarhar juga dilanda banjir pada Jumat hingga Sabtu malam, yang menewaskan lima orang dan merusak tanaman dan properti, kata otoritas provinsi. 

Tahun lalu serangkaian gempa bumi kuat mengguncang provinsi Herat di Afghanistan, menewaskan lebih dari 1.500 orang dan merusak atau menghancurkan lebih dari 63.000 rumah, menurut penilaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, dan Bank Pembangunan Asia.

Dilanda perang selama empat dekade,  Afghanistan kini berjuang menghadapi bencana kemanusiaan.

Dengan kembalinya Taliban, bantuan luar negeri ke Afghanistan telah menyusut drastis, sehingga melemahkan kemampuan negara yang sudah miskin itu untuk menanggapi bencana.

Pada tahun 2015, lebih dari 380 orang tewas di Pakistan dan Afghanistan ketika gempa bumi berkekuatan 7,5 skala Richter mengguncang kedua negara tersebut, dengan sebagian besar kematian terjadi di Pakistan. 

Dalam bencana itu, 12 gadis muda Afghanistan tewas terhimpit dalam sebuah desak-desakan saat mereka mencoba menyelamatkan diri dari gedung sekolah mereka yang berguncang.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

Pascakebakaran, 120 Bangunan di Desa Adat Sade Lombok Hangus Terbakar

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.