Tekan Impor, Ekspor Hortikultura Naik 49% Semester I 2025
Minggu, 31 Agu 2025, 17:12 WIBJAKARTA â Sektor pertanian terus mendorong ekspor. Pada semester pertama 2025, ekspor hortikultura nasional tumbuh pesat hingga 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini menunjukkan daya saing produk hortikultura Indonesia semakin kuat di pasar global.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengapresiasi langkah konsisten Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman yang berhasil menjaga produksi, memperluas akses pasar, sekaligus mendorong distribusi pangan dalam negeri tetap terkendali.Â
âSemester pertama ini Pak Mentan, produk hortikultura ekspornya meningkat 49%. Jadi cukup bagus. Dan ini selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, selain ketahanan pangan dalam negeri bisa tercukupi, bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia. Itu yang selalu disampaikan Bapak Presiden,â ujar Mendag Budi dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta (30/8).
Menurut Mendag, keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi lintas kementerian. Kementan menjaga pasokan dan produktivitas, sementara Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka akses pasar ekspor dan memastikan distribusi pangan dalam negeri tetap lancar.
âSaya setiap hari selalu melihat SP2KP. SP2KP ini merupakan pantauan harga-harga secara nasional. Dan kami terus berkoordinasi apabila ada kecenderuangan harga mau naik misalnya. Tapi selama ini relatif aman, harga-harga juga terjamin. Saya kira ini hasil kolaborasi kita bersamaâ jelasnya.
Dengan kondisi sektor pertanian yang kini semakin berkontribusi besar pada perekonomian nasional, Mendag menilai peran Kementan dalam distribusi pangan sangat signifikan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga di konsumen. âPak Mentan terima kasih terus mensupport distribusi pangan kita," jelas Mendag
Mentan Amran mengatakan, capaian ekspor hortikultura ini adalah hadiah istimewa bagi Kementan dan seluruh petani Indonesia. "Ini buah kerja keras jajaran Kementan, para penyuluh, serta petani yang selalu hadir di lapangan,â ucap Amran.
Amran juga menekankan bahwa penguatan lapangan menjadi kunci utama. Menurutnya, jajaran Kementan terbiasa lebih banyak berada di sawah dan kebun daripada di kantor. âKalau mau masuk kantor harus izin, tapi kalau turun ke lapangan tidak perlu izin. Karena sawah dan kebun itulah kantor kita yang sesungguhnya,â ujar Mentan Amran.
Mentan Amran menekankan dirinya fokus untuk terus menekan impor pangan sembari mendorong ekspor produk pertanian dalam negeri. Hal ini dilakukan demi mendukung peningkatan neraca perdagangan secara umum. Amran menyebut diperkirakan saat ini dengan tidak adanya impor pangan diperkirakan mampu menekan impor hingga Rp100 triliun.
âKita tidak impor nilainya Rp80 triliun dengan jagung nilainya mungkin Rp100 triliun. Sesuai kata Pak Mendag Indonesia hentikan impor, meningkatkan ekspor. Kalau tidak impor, datanya disampaikan BPS dan FAO. Kalau ekspornya naik, Pak Mendag yang paling tahu. Terima kasih Pak Mendag Penyampaiannya. Jadi jelas dan objektif,â ungkapnya.
Perkuat Hilirisasi
Ia menambahkan, capaian hortikultura ini akan terus diperkuat dengan program hilirisasi, peningkatan mutu, serta diversifikasi pasar ekspor. âTarget kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,â ujar Amran.
Dengan capaian ini, Kementan optimistis Indonesia tidak hanya mampu menjaga ketahanan pangan dalam negeri, tetapi juga mengambil peran lebih besar dalam perdagangan global. âKita sudah di jalur yang benar menuju lumbung pangan dunia. Prestasi ini menjadi bukti dan menjadi langkah awal yang sangat penting,â tutup Amran.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Wakil Ketua MPR Nilai Krisis Energi Momentum Benahi Subsidi BBM dan LPG untuk Kurangi Beban APBN
-
Veda Ega Pratama Tampil Impresif di Moto3 Brasil 2026, Kini Intai Puncak Klasemen
-
Pangkas Hambatan dan Perizinan Ekspor: Kemendag Terbitkan 2 Aturan Baru
-
Pasar Latin Nggak Bisa Diabaikan Lagi: Cili Buktiin Dagang RI Naik 12% Pasca CEPA
-
Rangkaian Paskah, Umat Katolik Kaltara visualisasikan Jalan Salib
-
Jelang Mudik, Terminal Cicaheum Bandung Matangkan Kesiapan Angkutan Lebaran
-
Sepekan Usai Lebaran: Stok Pangan di Pasar Minggu Terkendali, Harga Berangsur Turun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.