Prajurit TNI Unjuk Kemampuan Air Medevac di Latgab Super Garuda Shield
Jumat, 29 Agu 2025, 23:18 WIBSejumlah prajurit TNI yang berasal dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) Denma Mabesau menggelar Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) yang menjadi salah satu dalam rangkaian kegiatan Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2025 bertempat di Puslatpur TNI AD Baturaja, Sumatera Selatan, Jumat (29/8/2025).Â
Komandan Batalyon Kesehatan (Danyonkes) Denma Mabesau Letkol Kes dr. Ahmad Hendra Y. Sp.B., dalam keterangannya menyampaikan kegiatan Air Medevac pada SGS 2025 menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menyiapkan kemampuan tempur, tetapi juga memprioritaskan perlindungan kesehatan prajurit.Â
âKehadiran unsur medis dalam latihan multinasional ini memperkuat interoperabilitas sekaligus kepercayaan antar negara mitra dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik,â ujarnya.
Dalam skenario Air Medevac, prajurit yang mengalami luka di medan operasi mendapat pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Lapangan. Setelah distabilisasi, pasien dipindahkan menggunakan helikopter menuju fasilitas rujukan yang lebih lengkap dengan tetap mendapatkan perawatan medis sepanjang perjalanan.
Sebelum pelaksanaan latihan, digelar Subject Matter Expert Exchange (SMEE) bidang kesehatan militer yang mempertemukan tenaga medis TNI dengan mitra dari Amerika Serikat, Prancis, Australia, dan Kanada. Forum ini membahas prosedur penanganan darurat hingga evakuasi medis udara, yang menjadi bekal penting dalam pelaksanaan latihan di lapangan.
Prajurit TNI Asah Kemampuan Mobil Udara dalam Super Garuda Shield 2025
Dentuman langkah prajurit dan deru baling-baling helikopter kembali mewarnai langit Baturaja, Sumatera Selatan, saat Latihan Mobil Udara (Mobud) menjadi salah satu rangkaian utama dalam Latihan Gabungan Bersama Super Garuda Shield (SGS) 2025, Jumat (29/8/2025).
Latihan mobil udara (Mobud) adalah operasi militer yang melibatkan pemindahan taktis pasukan tempur ke sasaran melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat, dan kemudian terlibat dalam pertempuran darat. Latihan ini sering dilakukan oleh satuan tempur TNI, seperti Yonif (Batalyon Infanteri) dan pasukan Marinir, untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit dalam skenario penyergapan, pengejaran, atau penanggulangan teror di area yang tidak terjangkau oleh operasi darat.Â
Dalam suasana tropis yang penuh tantangan, prajurit Yonif 330/Tri Dharma Kostrad bergerak cepat, terkoordinasi, dan penuh disiplin. Setiap pergerakan peleton menggambarkan keterampilan taktis, memanfaatkan kontur alam, menjaga kecepatan, sekaligus menunjukkan presisi dalam menjawab ancaman di medan operasi.
Latihan ini tidak hanya melatih ketangguhan fisik, tetapi juga membangun daya juang dan kecerdikan taktis. Mobud peleton menjadi simbol adaptasi pasukan terhadap dinamika pertempuran modern di medan tropis, sekaligus bukti kesiap-siagaan TNI dalam mengawal setiap jengkal tanah air.
- Super Garuda Shield 2025
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Kemenperin Targetkan Sembilan Sektor Ikut Carbon Trading Tahun 2027
-
Khofifah Minta Pamekasan Perhatikan Penyusunan RPJMD dan Stabilisasi Harga Jelang Lebaran
-
Dentuman HIMARS Guncang Baturaja, TNI dan US Army Perkuat Kesiapan Tempur di Super Garuda Shield 2025
-
Apple TV+ Rugi Lebih dari $1 Miliar per Tahun
-
Zverev Melaju, Naomi Osaka Tersingkir di Miami
-
Finalis Paribas Open Belum Temui Kendala
-
BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Hujan Ringan hingga Lebat di Berbagai Kota Besar
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.