Penerima MBG Sudah Lebih dari 21 Juta Orang

Jumat, 29 Agu 2025, 03:03 WIB

Presiden Prabowo Subianto menyatakan berdasarkan pengawasannya langsung setiap harinya saat ini jumlah penerima MBG telah lebih dari 21 juta orang.

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengaku selalu mengecek perkembangan penerima manfaat makan bergizi gratis (MBG) tiap hari dari jajarannya, dan jumlah penerima makan bergizi saat ini telah melewati angka 21 juta orang.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Menkeu Sri Mulyani saat meresmikan Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Jaksel. — Sumber: Antara

Presiden mengatakan dirinya sengaja mengawasi langsung tiap harinya pelaksanaan makan bergizi gratis agar dapat langsung menerima laporan manakala ada kendala di lapangan.

“Tadi malam (25/8), saya mendapat laporan (penerima MBG) sudah melewati 21 juta. Jadi, saya monitor setiap hari, hari ini berapa, hari ini berapa, di mana ada masalah. Jadi, saudara-saudara we can do it,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya saat peresmian Gedung Layanan Terpadu dan Institut Neurosains Nasional Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono di Jakarta, ­kemarin.

Presiden menyinggung MBG saat acara peresmian di RS PON Mahar Mardjono, karena ingin menunjukkan Indonesia mampu mewujudkan berbagai program yang ambisius, meskipun dalam prosesnya banyak yang ragu.

“Masalah Bangsa Indonesia adalah tadi itu, masalah tidak percaya diri. Waktu saya canangkan makan bergizi untuk semua anak-anak kita, banyak yang tidak percaya, banyak yang tidak setuju, dan kalau pun setuju mereka mengira ini akan mengambil waktu 5 sampai 10 tahun, dan beberapa negara membutuhkan waktu, 5—10 tahun,” kata Prabowo.

“Tetapi saya kemarin punya kebanggaan, saya bisa berdiri di depan wakil-wakil rakyat tanggal 15 Agustus, saya melaporkan makan bergizi sampai waktu itu ke 20.400.000 penerima manfaat,” kata Presiden Prabowo.

Oleh karena itu, Presiden yakin Indonesia dapat mewujudkan berbagai program lainnya, seperti memenuhi jumlah dokter umum dan jumlah dokter spesialis yang saat ini masih kurang. Angka kekurangannya, Presiden menyebut 140.000 untuk dokter umum, dan 70.000 untuk dokter spesialis.

Demi memenuhi kekurangan itu, Presiden menargetkan pada tahun ini membuka 148 program studi spesialis dan subspesialis di 57 fakultas kedokteran, serta membuka 30 fakultas kedokteran baru di sejumlah kampus di Indonesia.

“Pertama will (kehendak) dulu, harus! Di hati kita, kalau kita punya niat, Insya Allah kita akan mencapai itu. We have the resources, we have to manage our resources. Kita nanti, kita lihat,” ujar Presiden.

Antisipasi Penyalahgunaan

Sementara itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan “Deteksi dini transaksi keuangan mencurigakan pada Program Makan Bergizi Gratis (Detak MBG)” untuk memperkuat pengawasan dana publik program prioritas nasional tersebut.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana dalam peluncuran Detak MBG di Jakarta, Kamis (28/8), mengatakan Detak MBG wujud amanat Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengantisipasi penyalahgunaan dana publik dalam pelaksanaan program MBG. “Presiden mengamanatkan agar pemerintah menjaga setiap rupiah uang rakyat,” katanya.

Ia menambahkan Detak MBG merupakan kerja sama antara PPATK, BGN, dan perbankan dalam memantau transaksi keuangan mencurigakan (TKM) guna melakukan deteksi dini terhadap penyalahgunaan dana dalam program MBG.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Joko Pramono mengemukakan Detak MBG sejalan dengan program jangka pendek KPK, yaitu menjaga anggaran pemerintah agar tidak dikorupsi.

Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Nyoto Suwignyo menjelaskan BGN menyambut baik Detak MBG karena akan membentuk tata kelola yang baik dan terpadu untuk memastikan pelaksanaan program MBG berjalan akuntabel serta bebas dari penyalahgunaan dana.

Detak MBG akan membantu mendeteksi penyalahgunaan anggaran sehingga kerugian negara dapat diminimalkan. Ant/S-2

  • MBG

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.