Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Harmoni Kreator Seni dan Pelaku Usaha

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Saya mengapresiasi Festival Merah Putih "Jejak Merah Putih" yang menampilkan kolaborasi unik mulai dari tenun Nusantara, kuliner, hingga karya seni anak autisme. Menurutnya festival ini memperlihatkan betapa luasnya ruang bagi ekonomi kreatif Indonesia untuk tumbuh. Dari kuliner, fesyen, perhiasan, hingga seni rupa. Semua saling melengkapi dalam membentuk ekosistem yang inklusif.

Ajang ini mengangkat semangat kemerdekaan melalui kolaborasi lintas budaya, wellness, hingga kreativitas. Festival ini juga menampilkan potensi kuliner, fesyen, dan perhiasan dalam negeri.

Melalui Festival Merah Putih, Kementerian Ekraf menegaskan kembali komitmennya menghadirkan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing dan inklusif. Hal ini hanya dapat terwujud lewat kolaborasi hexahelix melibatkan pemerintah, pegiat ekraf, akademisi, komunitas, media, dan sektor finansial sebagai fondasi menuju kejayaan bangsa di 2045.

Selain royalti musik, pertengahan bulan ini, film animasi Merah Putih: One for All juga sempat memicu kritik keras dari masyarakat. Banyak warganet mengkiritisi biaya produksi film animasi tersebut yang menelan dana hingga 6,7 miliar rupiah. Bagaimana pandangan Anda?

Kementerian Ekraf tak memberikan bantuan finansial atau fasilitas produksi terhadap film animasi Merah Putih: One for All. Kami hanya menerima audiensi produser dan memberikan masukan saja.

Saya sendiri menerima audiensi tim produksi film beberapa waktu lalu di mana saya menyampaikan beberapa masukan dari saya termasuk teknikal terkait cerita, character looks and feels, trailer, dan lain-lain. Hal ini selalu saya lakukan di setiap audiensi dengan semua pihak supaya setiap audiensi saya bisa mendengar langsung dari pelaku industri dan memberikan feedback berdasarkan pengalaman pribadi.

20250828224228_Capture.JPG

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.