Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menjaga Harmoni Kreator Seni dan Pelaku Usaha

📅 Jumat, 29 Agu 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Kedua, menekankan pada produk kekayaan intelektual bisa berkontribusi pada perekonomian ialah dari sisi pengembang produk terkait.

Agar bisa meningkatkan keterlibatan pemilik kekayaan intelektual mendaftarkan produknya ke otoritas berwajib, Kementerian Ekraf juga secara rutin menghadirkan program pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) secara gratis.

Ini sudah kita lakukan cukup bertahun-tahun di Indonesia di mana kita menyelenggarakan kesadaran tersebut, meningkatkan hal tersebut, dan juga memfasilitasi pendaftaran HAKI-nya sendiri. Itu sudah dilakukan.

Sejauh mana kebijakan Kemenkraf mampu mendorong musik Indonesia menjadi kekuatan ekonomi kreatif?

Kementerian Ekonomi Kreatif terus berkomitmen memperkuat rantai nilai karya kreativitas, khususnya subsektor music. Dalam mendukung hal tersebut, Kemenekraf berkolaborasi dengan Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI), yang merupakan organisasi serikat profesi musisi sebagai gabungan dan koordinator dari 8 serikat musisi di wilayah Indonesia yang sudah resmi secara hukum sejak 2020.

Kolaborasi itu mendukung talenta-talenta kreatif yang memperkuat ekosistem musik nasional, salah satunya terwujud dalam kegiatan “ASIK, Kemerdekaan!”. Kami berharap kolaborasi pemerintah dan FESMI dapat menjadi inspirasi bagi sesama pejuang ekraf dari industri musik.

Apa keuntungan nyata bagi musisi bergabung dengan serikat musik?

Serikat musik ini menjadi sesuatu yang bagus untuk lebih gampang berkoordinasi apalagi banyak musisi Indonesia yang skalanya internasional. Kementerian Ekraf bukan hanya memperjuangkan terkait royalti saja, ada nilai atau value yang harus tetap dipertahankan sehingga semua elemen musik punya daya guna memenuhi hasil ekonomi.

Kami juga akan terus melakukan kolaborasi lintas sektor dan lintas kementerian sehingga perlu sinkronisasi untuk mencari solusi atau kebijakan yang tepat.

Bagaimana pandangan anda terkait perpaduan konser musik dan budaya tradisional seperti Snada Indonesia merupakan pertunjukan musik yang memadukan fesyen dan kolaborasi dengan orkestra asal Yogyakarta Oktober mendatang?

Saya mengapresiasi pertunjukan konser musik yang menggabungkan kreativitas Indonesia tidak hanya pada suara, namun, juga budaya tradisional yang kaya sehingga bisa menempatkan Indonesia di panggung global.

Ini adalah kolaborasi yang luar biasa, bukan hanya musik kita punya suara itu luar biasa banget, bukan hanya dari pakaian kita yang sudah dikenali secara global. Saya yakin dengan dukungan dari teman-teman media, yang antusias terhadap musik, terhadap kebudayaan di Indonesia.

Ide menggabungkan konser musik dengan budaya tradisional adalah unik karena tidak hanya menyuguhkan budaya Indonesia di panggung, tapi, juga menggandeng seniman lokal dan orkestra yang menunjukkan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.