• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Fashion Milan Berdaya Garu...

Fashion Milan Berdaya Garut Bakan Mudah Ditemukan         

Jumat, 29 Agu 2025, 15:09 WIB

JAKARTA – Tentu banyak yang sudah mengenal Garut sebagai sentra kerajinan kulit. Ada tas, jaket dan sepatu kulit yang diproduksi industri-industri kecil Garut. Kelak, mereka akan berkelas internasional seperti produk Milan, Italia.

Mengapa? Sebab desainer dari Spinindo/Piazza Firenze Garut, Anto Sudaryanto, mendapat kesempatan belajar fashion sepatu dan tas di Milan. Jadi, industri kulit Garut, Jabar bakal berdaya Milan. Anto Sudaryanto menyampaikan pentingnya kehadiran desainer yang mampu menghadirkan tren baru serta bisa menjembatani pekerja kulit dengan pelaku usaha.

Ket. Foto: kerajinan kulit garut — Sumber: ist

"Dengan hadirnya peran ini, para perajin kulit Garut bisa berkembang menjadi artisan sejati, bukan sekadar pengrajin teknis. Mereka akan menjadi kreator yang mampu menempatkan produk Garut di peta fesyen global," katanya.

Menteri Perdagangan Budi Santoso minta para desainer mempelajari tren serta membangun jejaring selama belajar di Milan, Italia. "Jadilah mata dan telinga bangsa untuk menangkap tren dan peluang, serta bangun jejaring strategis yang kelak membuka jalan bagi desainer Indonesia lainnya," katanya.

"Pergilah dengan membawa nama Indonesia ke dunia, dan kembalilah sebagai kebanggaan negeri," jelasnya. Mereka bias menularkan keahlian yang diperoleh di Milan kepada para perajin kulit di Garut, Jabar.

Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Colamine menyampaikan bahwa program beasiswa untuk desainer ditujukan untuk memperkaya pengetahuan talenta muda Indonesia tentang metode dan pendekatan untuk mengubah ide kreatif menjadi produk industri. Selain membuka peluang untuk belajar di pusat industri mode dunia di Italia, program beasiswa tersebut menghadirkan ruang untuk meningkatkan daya saing industri kreatif nasional serta memperkenalkan keunikan Indonesia kepada warga mancanegara.

Beasiswa

Sebelumnya, ada empat desainer muda Indonesia mendapat beasiswa untuk belajar di sekolah desain sepatu dan tas ternama Arsutoria School, di Milan, Italia. Maka, beberapa waktu ke depan, fashion bergaya Milan, akan banyak beredar di Indonesia, khususnya untuk sepatu dan tas.

Beasiswa tersebut diberikan kepada Hadisti Mardhiya dari LaSalle College Jakarta, Mujib Titian dari Bagian Desain dan Pengembangan Alas Kaki Prabu Shoes, Mohammad Jordy Mozza Servia dari IFW & Piazza Firenze Garut, dan perancang fesyen Shafwa Kamilia Zahira Azzahra dari Piazza Firenze Garut.

Mereka selama tiga bulan akan menjalani pelatihan pembuatan produk kulit yang mencakup desain, pola, pemilihan material, hingga pembuatan prototipe dengan standar internasional di Arsutoria School. Program beasiswa tersebut merupakan hasil kolaborasi Kedutaan Besar Italia, Italian Trade Agency (ITA), Indonesia Fashion Week (IFW), Koperasi Artisan Kulit Indonesia, dan Spinindo/Piazza Firenze Garut. 

Presiden Indonesia Fashion Week sekaligus Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia Poppy Dharsono mengatakan, program beasiswa ditujukan untuk melahirkan desainer baru yang fokus pada bahan baku kulit serta mendukung pengembangan industri kulit di Garut, Jawa Barat. "Garut sebenarnya punya potensi luar biasa. Tetapi, karena kurangnya panduan, produk yang dihasilkan para pengrajin tidak banyak berubah dari tahun ke tahun," kata Poppy. "Dengan pengalaman dan jaringan yang kuat di Italia, saya ingin menghadirkan sentuhan baru agar produk Garut bisa naik kelas," tambahnya. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.