Beras SPHP Mengalir, Bulog Sumut Tahan Gejolak Harga Pangan
Jumat, 29 Agu 2025, 22:50 WIBMEDAN â Beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) merupakan instrumen strategis pemerintah untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan pokok di pasar.
Melalui mekanisme SPHP, pemerintah, melalui Bulog, membeli dan menyalurkan beras dari produsen ke pasar atau langsung ke konsumen, sehingga membantu mengurangi fluktuasi harga yang dapat merugikan masyarakat maupun petani.
Program ini juga berperan sebagai jaring pengaman sosial di saat harga pasar naik tajam akibat faktor musiman, cuaca, atau gangguan distribusi.
Selain stabilisasi harga, SPHP mendorong kepastian pasar bagi petani, meningkatkan daya saing beras lokal, dan mendukung ketahanan pangan nasional.
Efektivitas program ini sangat bergantung pada kelancaran logistik, transparansi data penerima manfaat, serta koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan lembaga terkait.
Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyalurkan sebanyak 5.600 ton beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menstabilkan harga bahan pokok itu di pasaran.
"Dimulai Juli, kami telah menyalurkan sebanyak 5.600 ton beras SPHP ke mitra," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Jumat (29/8).
Budi mengatakan total ribuan ton itu telah disalurkan ke mitra yakni pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, gerai pangan binaan pemerintah daerah, Rumah Pangan Kita (RPK) serta swalayan/toko ritel modern, gerakan pangan murah Polri maupun TNI.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumut, pemerintah kabupaten/kota di wilayah ini terkait gerakan pangan murah (GPM).
Ia mengatakan program gerakan pangan murah dengan penyaluran beras SPHP dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu Pemprov Sumut maupun kota/daerah tinggal membuat surat permintaan kepada pihak Bulog dalam penyaluran beras tersebut.
"Adanya peningkatan penyaluran beras SPHP tersebut, harga beras di pasar kami pantau ada yang turun Rp500 per kilogram," kata Budi.
Ia menambahkan masuknya musim panen pada September di sejumlah daerah di Sumut diharapkan harga beras nantinya berangsur turun.
"Aturan dalam penjualan tetap sama sesuai harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp13.100 per kilogram. Hanya saja untuk harga jual tergantung kebijakan setiap instansi," katanya.
Budi menambahkan untuk stok di Gudang Bulog di wilayah ini dengan total 47.570 ton yang cukup untuk menstabilkan harga pangan tersebut.
"Kami juga mengajukan lagi ke pusat karena gerakan pangan murah terus dilakukan di seluruh kelurahan di wilayah Sumut," tutur dia.
- Beras SPHP
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemkot Tangerang Targetkan Rekonstruksi 320 Titik Jalan Lingkungan
-
Mudik Makin Lancar, BPJN Buka Jalur Lembah Anai Nonstop 24 Jam
-
Siapkan Talenta AI dan Komputasi Kuantum, ITE Singapura Gandeng BDx Data Centers
-
Idulfitri Bawa Berkah bagi Pedagang Rujak Beubeuk di Masjid Istiqlal
-
Harga Beras SPHP Tetap: Cegah Spekulasi, Bapanas Batasi Pembelian Maksimal 25 Kg
-
Misteri Satu Abad Terjawab? Sinyal WIMP Ditemukan di Jantung Bimasakti
-
Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah Wafat, KemenPPPA Sampaikan Duka Mendalam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.