- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Bantah Tudingan J...
Tiongkok Bantah Tudingan Jepang Soal Pengeboran di LTT
Kamis, 28 Agu 2025, 02:25 WIBBEIJING - Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut eksplorasi minyak di Laut Tiongkok Timur (LTT) tidak berada di perairan yang disengketakan tetapi masuk dalam wilayah negaranya.
"Aktivitas eksplorasi minyak dan gas Tiongkok di LTT dilakukan di perairan yang tidak disengketakan di bawah yurisdiksi Tiongkok," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (26/8).
Jepang sebelumnya mengajukan protes yang menuduh Tiongkok melakukan pengembangan sepihak ladang gas di perairan yang disengketakan di LTT. Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan telah mendeteksi 21 rig pengeboran yang diduga telah ditempatkan di sisi Beijing dari perbatasan maritim de facto atau di perairan sebelah barat garis tengah antara kedua negara.
Disebutkan oleh kementerian itu bahwa ada kekhawatiran dari Tokyo bahwa gas di sisi Jepang juga dapat diekstraksi.
"Tindakan itu sepenuhnya berada dalam hak kedaulatan dan yurisdiksi Tiongkok. Tiongkok tidak menerima tuduhan tak berdasar Jepang dan telah membantah apa yang disebut protes dari pihak Jepang," ungkap Guo.
Tiongkok, kata Guo, berkomitmen untuk menerapkan konsensus berprinsip mengenai penyelesaian isu LTT secara komprehensif dan efektif.
"Kami berharap Jepang akan bekerja sama dengan Tiongkok untuk memainkan peran konstruktif dalam dimulainya kembali negosiasi antarpemerintah antara kedua negara sesegera mungkin," ungkap Guo.
Belum Dibatasi
Sementara Kementerian Luar Negeri Jepang dalam pernyataannya mengatakan amat disesalkan bahwa Tiongkok memajukan pembangunan sepihak di LTT, sementara Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinen di LTT belum dibatasi.
Jepang juga sangat mendesak Tiongkok untuk melanjutkan negosiasi implementasi perjanjian tahun 2008 untuk bekerja sama dalam eksploitasi sumber daya alam di LTT, menurut kementerian tersebut.
Perundingan mengenai pakta tersebut telah ditangguhkan sejak akhir 2010, ketika sebuah kapal nelayan Tiongkok bertabrakan dengan dua kapal Penjaga Pantai Jepang di dekat Kepulauan Senkaku.
Pada 2008 ada perjanjian yang menetapkan bahwa Jepang dan Tiongkok sepakat untuk bersama-sama mengembangkan cadangan gas bawah laut di wilayah yang disengketakan, dengan larangan pengeboran independen oleh kedua negara. Namun, negosiasi mengenai cara mengimplementasikan kesepakatan tersebut ditangguhkan pada 2010.
Pernyataan terbaru Tokyo ini menyusul pengajuan protes serupa oleh Jepang setelah ditemukannya instalasi buatan Tiongkok pada Mei dan Juni 2025. Ant/I-1
- laut kuning
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.