Prabowo Sebut Ada Pihak yang Ingin Mengadu Domba, Ingatkan Kerusuhan hanya Akan Rugikan Rakyat

Kamis, 28 Agu 2025, 14:52 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan adanya pihak-pihak yang ingin mengadu domba dan mengambil keuntungan dari kerusuhan, sementara rakyat justru menjadi pihak yang paling dirugikan.

"Sekarang juga mau diadu domba. Ada orang yang berpikir kalau terjadi kerusuhan mereka dapat keuntungan. Yang dapat kerugian rakyat," kata Presiden Prabowo dalam pidato arahan saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (28/8).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto dalam pidato arahan saat membuka Apkasi Otonomi Expo 2025 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (28/8). — Sumber: antara foto

Presiden menegaskan bahwa keuntungan dari kerusuhan hanya akan dinikmati kelompok tertentu yang tidak menginginkan Indonesia menjadi negara yang kuat.

Menurut Kepala Negara, Indonesia saat ini sedang menuju masa kebangkitan sehingga seluruh elemen bangsa harus menjaga persatuan.

Presiden pun meminta kepada para bupati bekerja dengan sungguh-sungguh untuk rakyat dan bangsa dan mewaspadai adanya upaya-upaya adu domba. “Bekerjalah dengan sungguh-sungguh untuk rakyatmu, untuk bangsa kita dan nanti kita dengan baik, dengan kerja sama, kita saling mengisi dan saling mendukung, saling waspada,"”ucapnya.

Presiden Prabowo Subianto meresmikan dan membuka pameran “Apkasi Otonomi Expo 2025: Trade, Tourism, Investment, and Procurement” di International Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang, Kamis pagi.

Apkasi Otonomi Expo 2025 yang digelar pada 28–30 Agustus 2025 merupakan pameran komoditas, produk investasi, pengadaan, serta pelayanan publik dari pemerintah kabupaten se-Indonesia yang rutin digelar tiap tahun sejak 2005 oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi).

Presiden juga mengiingatkan agar para kepala daerah bahwa pemerintahan yang bersih dan adil merupakan kunci utama tercapainya kesejahteraan rakyat dan keberhasilan pembangunan bangsa. "Tidak ada rakyat yang bahagia dan sejahtera tanpa pemerintah yang bersih dan adil,” kata Prabowo.

Prabowo menyebut bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa adalah pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat, sehingga mereka seharusnya paling memahami denyut nadi dan kesulitan rakyat.

Presiden mengingatkan sejarah menunjukkan hubungan erat antara kekuatan negara, kesejahteraan rakyat, dan integritas pemerintahan. Menurutnya, tidak ada kemakmuran tanpa pemerintah yang bersih dan adil.

Kepala negara juga menekankan pentingnya kesetiaan kepala daerah kepada rakyat, tanah air, dan nilai kebangsaan. Prabowo mengatakan kepemimpinan yang baik harus diwujudkan melalui tata kelola yang adil.

“Kalau saudara mau menjadi bupati yang benar dan baik, saudara harus menjalankan pemerintah yang bersih dan adil,” ujarnya.

Prabowo menambahkan prinsip tersebut berlaku di semua tingkatan pemerintahan. Kepala Negara menegaskan sebagai Presiden yang dipilih dan disumpah rakyat, dirinya juga wajib menjaga Undang-Undang Dasar serta menegakkan pemerintahan yang bersih dan adil.

"Saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil ini adalah kewajiban saya dan kewajiban semua Bupati-bupati, walikota dan camat-camat, dan kepala desa dan lurah. Kalau tidak kita tidak akan menjadi negara yang berhasil, kita tidak akan menjadi negara yang berhasil, tidak mungkin ada kemakmuran," ujarnya.

Presiden mengingatkan bahwa korupsi dalam pemerintahan akan menghambat terciptanya kemakmuran rakyat. Oleh karena itu, setiap pemimpin diminta berani mengoreksi diri demi mewujudkan negara yang berhasil.

"Pemerintah yang korup tidak mungkin membawa kemakmuran kepada rakyat. Kita sudah lama jadi orang Indonesia, entah partai mana, kita harus berani mengoreksi diri kita. Kita harus berani," ujar Prabowo.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.