Trump Berencana Bertemu Xi di Tiongkok Tahun Ini

Rabu, 27 Agu 2025, 02:30 WIB

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (25/8) mengatakan bahwa ia berharap untuk mengunjungi Tiongkok tahun ini atau segera setelahnya, seraya mencatat bahwa hubungan ekonomi antara kedua negara telah membaik, meskipun ia tetap membuka pintu untuk tarif yang lebih tinggi.

Berbicara kepada wartawan saat bertemu dengan Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung, di Washington DC, Trump merujuk pada pembicaraan baru-baru ini dengan mitranya dari Tiongkok, Xi Jinping: "Pada suatu saat, mungkin selama tahun ini atau segera setelahnya, saya akan pergi ke Tiongkok."

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump (kiri), pada Senin (25/8) mengungkapkan harapannya untuk bisa bertemu dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk membahas isu tarif yang sempat mengguncang hubungan antara dua negara ekonomi terbesar dunia yang mereka pimpin. — Sumber: AFP/CHARLY TRIBALLEAU/Ludovic MARIN

"Kami akan memiliki hubungan yang hebat dengan Tiongkok," ucap Presiden Trump.

Pemimpin AS itu menambahkan, "Mereka memiliki beberapa kartu. Kami memiliki kartu yang luar biasa, tetapi saya tidak ingin memainkan kartu-kartu itu. Jika saya memainkan kartu-kartu itu, itu akan menghancurkan Tiongkok."

Ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia ini telah mereda tahun ini, tetapi telah mereda secara signifikan sejak April lalu ketika kedua negara saling mengenakan tarif yang meningkat pada ekspor masing-masing.

Pada suatu titik, tarif balasan mencapai tiga digit di kedua belah pihak, mengganggu rantai pasokan karena banyak importir menghentikan pengiriman untuk menunggu pemerintah menyelesaikan masalah.

Sejak saat itu, Washington DC dan Beijing telah mencapai kesepakatan untuk meredakan ketegangan, dengan menurunkan tarif sementara menjadi 30 persen di pihak AS dan 10 persen di pihak Tiongkok.

Namun Trump pada Senin tetap membuka peluang untuk menaikkan tarif lagi jika Tiongkok tidak memenuhi janjinya.

"Mereka harus memberi kita magnet," kata Trump. "Jika mereka tidak memberi kita magnet, maka kita harus mengenakan tarif 200 persen atau semacamnya. Tapi kita tidak akan punya masalah, saya rasa, dengan hal itu," imbuh dia.

Peredaan ketegangan antara AS-Tiongkok telah menjadi gencatan senjata yang tidak nyaman, dengan Washington DC sebelumnya menuduh Beijing melanggar perjanjian mereka dan memperlambat persetujuan lisensi ekspor untuk logam tanah jarang.

Tiongkok adalah produsen logam tanah jarang terkemuka di dunia, yang digunakan untuk membuat magnet yang penting bagi industri otomotif, elektronik, dan pertahanan.

Kedua negara tersebut sejak itu sepakat untuk melanjutkan perundingan. Bulan ini, kedua negara menunda ancaman penerapan kembali tarif yang lebih tinggi pada ekspor masing-masing selama 90 hari lagi, yang berarti penangguhan bea masuk yang lebih tinggi akan berlaku hingga 10 November.

Isu Korut

Pada hari yang sama, Presiden Trump pun melontarkan harapannya untuk bertemu kembali dengan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, pada tahun ini.

Trump mengatakan ia yakin memiliki pandangan yang sama tentang Korut dengan Presiden Lee Jae-myung, yang lebih mendukung diplomasi daripada konfrontasi.

"Suatu hari nanti saya akan bertemu dengannya (Kim Jong-un). Saya menantikan pertemuan dengan dia. Ia sangat baik kepada saya," kata Trump. SB/AFP/I-1

  • donald trump
  • xi jinping

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.