Tingkat Cakupkan Imunisasi Anak, UI Luncurkan Studi UNDERVAC-ID
Rabu, 27 Agu 2025, 16:40 WIBDEPOK - Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, melalui Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) dan dengan dukungan dari Alliance Health Policy and System Research/Organisasi Kesehatan Dunia (AHPSR/WHO), meluncurkan penelitian multisenter guna memperkuat sistem layanan kesehatan primer dan meningkatkan cakupan imunisasi anak di tiga provinsi di Tanah Air, yakni Aceh, Banten, dan Maluku.
Penelitian bertajuk âUNDERVAC-ID: Understanding Determinants of and Reaching Under-Vaccinated and Zero-Dose Children in Indonesiaâ itu bertujuan untuk memahami faktor sosial dan perilaku yang menyebabkan rendahnya cakupan imunisasi di Indonesia. Perjanjian Kerja Sama (PKS) sekaligus simbol dimulainya penelitian tersebut dilakukan belum lama ini dan dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tim peneliti dari FK UI, FK Universitas Syiah Kuala (Aceh), Politeknik Kesehatan Kemenkes Banten, serta Politeknik Kesehatan Kemenkes Maluku.
Dekan FK UI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menjelaskan pentingnya peran institusi pendidikan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung program imunisasi anak di Indonesia.
âMasalah imunisasi harus menjadi fokus bersama dan dibutuhkan kerja sama dari berbagai pemangku kepentingan,â kata Prof Ari dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/8).
Peneliti utama UNDERVAC-ID, dr. Ahmad Fuady, M.Sc, Ph.D, menjelaskan bahwa penelitian tersebut sangat penting untuk menghasilkan pemahaman berbasis data mengenai tantangan vaksinasi pasca- pandemi, di mana cakupan nasional belum mencapai target.
âKami juga melibatkan dinas kesehatan, puskesmas, dan institusi pendidikan lokal dalam riset implementasi ini agar rencana dan desain studinya sesuai dengan kebutuhan program imunisasi sesuai konteks lokal masing-masing, juga agar dapat dimanfaatkan langsung oleh pemangku kepentingan terkait,â jelasnya.
Selain penandatanganan kerja sama dan paparan, acara tersebut juga menjadi forum untuk berbagi prioritas riset dan membuka peluang kolaborasi di masa mendatang. Dengan demikian, sinergi lintas institusi tersebut diharapkan dapat menjadi model kolaboratif yang efektif dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan cakupan imunisasi anak di Indonesia.
UNDERVAC-ID merupakan studi multilevel dengan pendekatan partisipatif dan mix methods untuk mengidentifikasi determinan sosial, budaya, dan struktural yang memengaruhi orang tua dalam menyediakan imunisasi lengkap, tidak lengkap, dan zero-dose pada anak-anak. Studi tersebut diinisiasi oleh para peneliti dari klaster Primary Health Care Research and Innovation Center (PHCRIC) IMERI-FKUI dan didukung oleh Alliance Health System Policy Research/WHO.
UNDERVAC-ID dimulai pada tahun 2025 dengan mengkombinasikan survei kuantitatif, wawancara kualitatif, serta lokakarya partisipatif di tingkat lokal/subnasional. Hasil penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi penyusunan rekomendasi kebijakan imunisasi yang lebih responsif terhadap konteks lokal, sekaligus mendukung upaya pencapaian target cakupan imunisasi nasional secara berkelanjutan.
Peneliti utama UNDERVAC-ID ialah dr. Ahmad Fuady, M.Sc, Ph.D. yang merupakan seorang peneliti di Klaster Primary Health Care Research and Innovation Center IMERI-FK UI sekaligus dosen di Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FK UI.
Dia menyelesaikan pendidikan kedokterannya di UI dan melanjutkan magister studi di bidang Health Economics, Policy, and Law di Erasmus University Rotterdam, Belanda. Selanjutnya, dr. Fuady menempuh pendidikan doktoralnya di bidang Global Public Health di Erasmus MC University Rotterdam, dengan fokus riset pada pembiayaan kesehatan dan akses layanan kesehatan masyarakat di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Indonesia.
Fokus riset dr. Fuady meliputi kebijakan kesehatan, ekonomi kesehatan, serta penguatan sistem pelayanan kesehatan primer. Melalui keterlibatannya di berbagai jejaring riset nasional dan internasional, dr. Fuady aktif mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penguatan kebijakan dan layanan kesehatan primer di Indonesia melalui riset dan hasil publikasi internasional di berbagai isu strategis kesehatan.
Ia memiliki perhatian khusus pada isu akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak unde rvaccinated dan zero-dose . Oleh karena itu, pendekatan riset implementasi dan kebijakan berbasis bukti akan dilaksanakan melalui studi UNDERVAC-ID. Studi itu diharapkan meningkatkan cakupan imunisasi anak di Indonesia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Dua Gempa Beruntun Goyang Sumbar dan Sumut, BMKG: Tidak Picu Tsunami
-
Proliga 2026: Kejutan, Jakarta Garuda Jaya Kalahkan Juara Bertahan
-
Jam Operasional Padel Segera Diatur Gubernur Pramono agar Tak Ganggu Masyarakat
-
Capai 3.100 Kasus, Malaysia Dilanda Wabah TBC - Masyarakat Diminta Pakai Masker
-
BMKG: Sebagian Jakarta Diprediksi Hujan Siang Nanti
-
Ini Daftar Pemenang Festival Film Venesia ke-82
-
BMKG Prakirakan Kota-kota Besar di Wilayah Indonesia Akan Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.