Kemenag Mulai Latih Puluhan Tenaga Pelatih Kurikulum Berbasis Cinta
Rabu, 27 Agu 2025, 17:48 WIBJAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mulai melatih puluhan Training of Facilitator (ToF) yang akan segera mengimplementasikan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di lembaga pendidikan agama dan keagamaan.
Kepala Pusbangkom SDM Pendidikan dan Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag Mastuki menyampaikan ToF digelar dalam tiga angkatan.
"Pada 25 hingga 30 Agustus ini angkatan pertama dengan 30 peserta. Insya Allah akan dilanjutkan pada 1 sampai 6 September untuk angkatan kedua dan ketiga," ujar Mastuki di Jakarta, Rabu (27/8).
Ia menjelaskan ToF diikuti komponen penting pengampu pendidikan, seperti widyaiswara dari Pusbangkom, Balai Diklat Keagamaan, serta Loka Diklat Keagamaan. Terdapat empat provinsi yang menjadi sasaran pelaksanaan ToFÂ yakni Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten.
"Mereka ini kita ingin cetak sebagai fasilitator nasional," kata dia.
Menurut Mastuki, ToF akan menghadirkan pembelajaran berdasarkan pengalaman. Rancangan dan desain ToF disusun berdasarkan evaluasi serta adaptasi dari pelaksanaan pra-ToF di Garut pada 31 Juliâ2 Agustus lalu.
Presiden Direktur Mizan Group sekaligus penggagas Gerakan Islam Cinta Haidar Bagir menekankan cinta tidak dapat diajarkan hanya sebagai pengetahuan teoritis.
Menurutnya, pendidikan cinta harus dibangun melalui pengalaman dan lingkungan belajar yang mencerminkan kasih sayang serta penghargaan terhadap sesama.
"Cinta tidak bisa diajarkan seperti mata pelajaran matematika. Ia menyatu dengan diri manusia dan harus ditanamkan melalui pengalaman yang imanen," ujarnya.
Menurut dia, instruksi kelas yang bersifat kognitif hanya menghasilkan pemahaman konseptual, bukan perasaan cinta itu sendiri.
Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan budaya sekolah yang mendukung nilai-nilai cinta, seperti sikap anti-perundungan, inklusi terhadap anak berkebutuhan khusus, serta hubungan harmonis antarwarga sekolah.
Sementara itu Project Director Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) Sri Widuri mengatakan Kurikulum Berbasis Cinta yang dinilai sejalan dengan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila.
"KBC merupakan langkah revolusioner dan sangat fundamental. Kami bersyukur Pak Menteri menggagas KBC untuk memperkuat pendidikan berbasis nilai (values-based education) yang diharapkan membentuk pola pikir dan perilaku anak-anak sesuai mandat Pancasila," kata dia. Ant
- Kemenag
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Nahas, Maling Kabel PLN Tewas Kesetrum di Tanjung Priok
-
AS-Iran Nyaris Finalkan Kesepakatan Raksasa di Selat Hormuz
-
Maybank Syariah Gabungkan Solusi Finansial dan Aksi Sosial
-
Target produksi bawang merah nasional 2026
-
Barcelona Taklukkan Real Betis 3-1 pada Laga Perpisahan Ribert Lewandowski di Camp Nou
-
Grab Tutup GVV Batch 8, Lima Startup Hadirkan Solusi Teknologi Berkelanjutan
-
PAM Jaya Jekate Running Series 2025 Siap Digelar, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Edukasi Air Bersih di Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.