Gelombang 4 Meter Ancam Perairan Talaud
Selasa, 26 Agu 2025, 00:32 WIBJAKARTA â Masyarakat daerah Talaud yang banyak beraktivitas di laut hendaknya memperhatikan cuaca. Sebab menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bakal ada gelombang tinggi hingga empat meter.
BMKG mengingatkan warga mewaspadai tinggi gelombang hingga empat meter di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan sekitarnya hingga beberapa hari ke depan.
"BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga tanggal 28 Agustus 2025," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Bitung Ricky D Aror di Manado, Senin.
Ricky menjelaskan, terdapat bibit siklon 93W di Samudera Pasifik sebelah timur Filipina, pada umumnya angin bertiup dari barat daya - barat dengan kecepatan antara 6 - 25 knots. Kecepatan angin tertinggi berpotensi terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Talaud, perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe dan perairan selatan Sulawesi Utara (Sulut).
Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di sekitar perairan tersebut. Dia menjelaskan, tinggi gelombang antara 1,25 - 2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), perairan selatan Sulut dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
Sementara itu, tinggi gelombang antara 2,5 - 4,00 meter (tinggi) diperkirakan terjadi di sebelah utara perairan Kabupaten Kepulauan Talaud dan sebelah utara perairan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Dia berharap, warga berhati-hati risiko tinggi gelombang terhadap keselamatan pelayaran bagi warga yang beraktivitas di wilayah perairan dengan tinggi gelombang hingga empat meter tersebut.
Sumut
Kalau di Talaud bakal ada gelombang tinggi, maka Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar waspada potensi terjadinya hujan dengan intensitas sedang yang diiringi angin kencang dan badai petir di sejumlah wilayah di Sumatera utara.
"Kondisi tersebut berpotensi terjadi di wilayah lereng timur, pantai timur, lereng barat, pantai barat dan pegunungan Sumatera Utara yang dapat menyebabkan banjir, longsor dan bencana hirdometeorologis lainnya," kata Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Fauziah Fitri Damanik.
"Untuk Rabu dini hari, kondisi cuaca diprakirakan berawan dan berpotensi hujan ringan hingga sedang. Hujan sedang berpotensi terjadi di wilayah Serdang Bedagai dan sekitarnya,â ujarnya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Medan Dasmian Sulviani menyebutkan sejumlah perairan di Sumatera Utara berpotensi dilanda gelombang tinggi 1,25 hingga 2,5 meter pada 26 hingga 29 Agustus 2025.
Kondisi tersebut dapat terjadi di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Perairan Barat Kepulauan Nias, Perairan Timur Kepulauan Nias, Perairan Kepulauan Batu dan Perairan Barat Kepulauan Batu.
Pola angin di wilayah Sumatera Utara umumnya bergerak dari Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan angin berkisar 4-20 knot. Terbentuknya daerah belokan angin di wilayah Sumatera Utara meningkatkan potensi terbentuknya awan hujan.
Â
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pemkab Tangerang Dorong Terciptanya Lingkungan Aman Bagi Anak
-
Pelatih Maroko Akui Skuadnya Kalah Kualitas dengan Prancis Usai Kalah 0-2
-
Dongkrak PAD dan Kemandirian Fiskal, Pemkot Samarinda Luncurkan Produk Air Minum Dalam Kemasan
-
PT KAI Telah Menanam 99.785 Pohon untuk Keberlanjutan Bumi
-
5 Strategi Negosiasi Gaji agar Pencari Kerja Tak Terjebak Tawaran di Bawah Standar
-
Spanyol Kuasai Sepak Bola Dunia, Permainan Penuh Kontrol Antar La Roja Raih Gelar Piala Dunia Kedua
-
Bongkar Kunci Sukses Sleman, Bupati Harda Kiswaya Sebut Sinergi Desa Jadi 'Senjata Utama'
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.