Dukung Kelestarian Lingkungan, DPP INSA Rayakan 58 Tahun dengan Tanam Bibit Mangrove
Selasa, 26 Agu 2025, 15:51 WIBJAKARTA â Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-58, Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipownersâ Association (DPP INSA) menggelar kegiatan INSA Peduli berupa penanamanmangrove di kawasan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, Jakarta Utara pada Selasa (26/8). Kegiatan ini menjadiwujud nyata komitmen INSA dalam menjaga kelestarian lingkunganlaut sekaligus memperkuat peran industri pelayaran dalampembangunan berkelanjutan.
INSA menargetkan akan menanam 5.000 bibit mangrove yang dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, dilakukan penanamanratusan bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk.
Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan, penanamanbibit mangrove merupakan upaya nyata INSA memitigasi perubahaniklim dan pelestarian ekosistem pesisir. Penanaman mangrove inidiharapkan mampu membantu mengurangi abrasi, menjadi habitat penting bagi biota laut, dan menyerap emisi karbon yang signifikan.
âMelalui penanaman mangrove ini, kami ingin menegaskan bahwaindustri pelayaran memiliki perhatian terhadap keberlanjutanlingkungan dan kelestarian laut,â kata Carmelita di Jakarta, Selasa (26/8).
Aksi penanaman mangrove ini juga dilakukan oleh beberapa DewanPengurus Cabang (DPC) INSA. Seperti, kolaborasi antara DPC INSA Samarinda dengan DPC INSA Bontang yang menanam 2.000 pohonmangrove, DPC INSA Semarang yang menanam 1.500 pohonmangrove, dan DPC INSA Dumai yang menanam ratusan pohonmangrove.
Mangrove dikenal sebagai salah satu ekosistem pesisir paling produktif di dunia. Selain mampu menyerap karbon hingga lima kali lebih efektif dibanding hutan daratan, mangrove juga menjadi bentengalami yang melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dangelombang tinggi.
âKami ingin memberikan warisan yang bermanfaat, tidak hanya bagiindustri pelayaran, tetapi juga bagi generasi mendatang dengankelestarian lingkungan laut Indonesia,â ujarnya.
INSA terus mendukung kampanye maritim global maupun nasionalterkait kelestarian lingkungan dan dekarbonisasi sektor pelayaran. Dukungan ini sejalan dengan target International Maritime Organization (IMO) menuju net zero di 2050.
INSA Peduli ini juga merupakan bentuk dukungan terhadapNationally Determined Contribution (NDC) Indonesia yang menargetkan penurunan 31,89 persen emisi dengan upaya mandiridan 43,20 persen dengan dukungan internasional.
Tidak hanya berkontribusi menjaga pelestarian lingkungan pesisir, INSA juga terus berkomitmen untuk menjaga kedaulatan Indonesia sebagai bagian penting dalam bingkai Negara Kesatuan RepublikIndonesia melalui pengawalan asas cabotage. Hal ini sejalan dengantema HUT INSA ke-58 yakni âINSA Bersatu, Maritim Berdaulat, Indonesia Maju.â
"Pengawalan asas cabotage menjadi sangat penting, karena selainsebagai upaya menjaga iklim usaha transportasi agar kondusif, penerapan prinsip ini juga menjamin adanya kontrol negara terhadaparmada transportasi nasional saat terjadi situasi darurat (force majeure). Undang-undang No 23 tahun 2019 tentang PengelolaanSumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara memberikan hakbagi negara untuk memobilisasi segala sarana dan prasarana yang dimiliki untuk menanggulangi kondisi darurat. Termasuk di dalamnyasarana transportasi," katanya.
Carmelita mencontohkan peran armada pelayaran nasional yang berperan dalam misi kemanusiaan dan pertahanan negara, saat terjaditsunami Aceh dan Palu dengan melayani bantuan logistik dan pasokanmedis di lokasi bencana. Atau saat terjadi krisis pasokan batu bara di banyak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada 2022 lalu. Armada kapal nasional dikerahkan melayani angkutan batu bara kePLTU tersebut, sehingga Indonesia bisa keluar dari ancaman krisisenergi berupa pemadaman listrik Indonesia kala itu.
Karena pentingnya asas cabotage bagi sebuah negara, banyak bangsalain yang juga konsistenmenerapkannya, di antaranya sepertiAmerika Serikat, China, Jepang, hingga Australia. Hal inimenunjukkan bahwa kedaulatan negara di laut dan menjaga iklimusaha pelayaran menjadi strategi penting bagi banyak negara di dunia.
âAtas dasar itu, sudah sepatutnya kita terus mengawal danmenyuarakan untuk menjaga kedaulatan laut bangsa kita dengankonsisten terhadap penerapan asas cabotage.â pungkasnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
MU dan Bournemouth Uji Ketajaman
-
SHINee akan Gelar Konser “SHINee WORLD VII” pada Mei
-
Terpilihnya Kembali sebagai Anggota IMO, INSA Apresiasi Diplomasi Menhub
-
BI: Transaksi QRIS Antarnegara Capai Rp1,66 Triliun per Juni 2025
-
Ajak Jaga Kondusivitas, INSA Harapkan Kelancaran Logistik Nasional Tidak Terganggu
-
Perbaikan Jalan ruas Kotabumi-Bandar Abung capai Rp5,1 miliar
-
Naomi Lewati Babak Pertama Miami Open
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.