Wamenekraf Nilai Pertunjukkan Budaya Jadi Perekat Persatuan Bangsa
Senin, 25 Agu 2025, 18:49 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menilai pertunjukan budaya seperti "Pagelaran Sabang Merauke" merupakan contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif dapat menjadi perekat persatuan bangsa.
"Pagelaran ini membuktikan bagaimana para pegiat kreatif dari Sabang sampai Merauke bisa bersatu dalam satu karya besar. Ini juga bagian dari penguatan subsektor ekonomi kreatif seperti musik, fesyen, seni pertunjukan, hingga kriya,â ujar Wamenekraf dalam keterangan pers yang diterima, Senin (25/8).
Pentas yang bertajuk "Hikayat Nusantara" menampilkan kolaborasi 1.500 lebih seniman dalam pertunjukan teater, tarian daerah dan kontemporer, busana etnik karya desainer nasional, hingga musik tradisi dan modern yang dikemas megah.
Menghadirkan kekuatan musikal dari Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Childrenâs Choir, serta musisi nasional seperti Yura Yunita dan Padi Reborn, mengiringi penampilan kisah-kisah rakyat Nusantara seperti Yuyu Kangkang, Malin Kundang, Si Tumang, Mahadewi, hingga Calon Arang.
Wamenekraf menekankan bahwa pesan utama dari pertunjukan ini bukan hanya pada kekayaan artistik, melainkan juga nilai persatuan yang dihadirkan melalui karya kolektif para seniman.
âKita keluar dari pertunjukan ini penuh dengan rasa bangga dan penuh inspirasi. Pesan penting dari pertunjukan ini adalah kita tidak boleh terpecah belah. Kita harus saling menguatkan dalam perbedaan, karena kita Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu, dan ini hanya ada di Indonesia,â imbuh Irene.
Kementerian Ekonomi Kreatif menegaskan komitmen untuk terus mendukung ruang kolaborasi lintas subsektor. Melalui pendekatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan sinergi pemerintah, pelaku industri, komunitas budaya, akademisi, media, hingga masyarakat, karya seni pertunjukan Indonesia diharapkan semakin berkembang.
Budaya dan kreativitas ditempatkan sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi bagi Indonesia, yang tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif berkelanjutan.
"Seluruh rangkaian memberikan pengalaman seni yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mencerminkan keberagaman budaya bangsa sekaligus menjadi simbol persatuan lintas generasi," ucap Wamen Ekraf.
Pagelaran Sabang Merauke telah konsisten diselenggarakan sejak 2022 oleh iForte dan BCA, dan tahun ini hadir dalam skala yang lebih megah. Diselenggarakan pada 23â24 Agustus 2025, acara ini mengangkat tema âHikayat Nusantaraâ, menghadirkan lebih dari 31 lagu, lebih dari 100 koreografi, ratusan busana penari, serta puluhan penampilan khusus penyanyi.
Ragam tarian dan lagu daerah ditampilkan dengan sentuhan kreatif yang modern, mulai dari âBungong Jeumpaâ dari Aceh, âGending Sriwijayaâ dari Sumatra Selatan yang berpadu dengan atraksi Barongsai kelas dunia dari Kong Ha Hong, âManuk Dadaliâ dari Jawa Barat yang diperkaya tari Jaipong, hingga lagu âMahadewiâ yang dibawakan PADI Reborn dan Yura Yunita bersamaan dengan kisah Mahadewi dari Yogyakarta. Ant
- Ekonomi Kreatif
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Sebanyak 79% Pemudik Telah Kembali dari Sumatera
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
-
Hari Film Nasional: JYFF 2026 Perkuat Peran Generasi Muda dalam Industri Kreatif Jakarta
-
Russia-Turki Menawarkan Diri sebagai Penengah, Iran Tetap Bersikeras Tolak Dialog
-
Produk Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp17 Miliar di Jepang
-
Bukittinggi Siap Hadapi Lonjakan Wisatawan, Rekayasa Lalu Lintas Diberlakukan
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.