Cetak Sawah Jadi Taruhan Swasembada, Mentan Amran Pasang Target Batas 3 Tahun
Senin, 25 Agu 2025, 22:45 WIBJAKARTA â Program percepatan cetak sawah dan optimalisasi lahan digadang sebagai penentu keberlanjutan swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan. Namun, apakah sekadar menambah luasan lahan cukup untuk menjawab tantangan ketahanan pangan?
Tanpa pembenahan tata kelola irigasi, ketersediaan pupuk, hingga perlindungan harga gabah di tingkat petani, cetak sawah berisiko menjadi proyek seremonial yang hanya menambah angka di atas kertas tanpa menjamin produktivitas nyata. Alih-alih memperkuat fondasi swasembada, program ini bisa memicu inefisiensi baru bila tak dibarengi strategi komprehensif.
"Kalau cetak sawah selesai, secara bertahap selama tiga tahun berturut-turut, ini akan membuat swasembada ke depan sustain, berkelanjutan," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman seusai menghadiri rapat di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8).
Untuk tahun 2025, kata Amran, pemerintah menargetkan sawah-sawah baru dengan luas total 225.000 hektare telah berproduksi.
Kepada Presiden Prabowo Subianto, Mentan Amran melaporkan bahwa program cetak sawah berjalan dengan baik, mulai dari Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, hingga Sumatera Selatan.
Selain cetak sawah, Amran juga mengatakan operasi pasar beras besar-besaran akan terus dilakukan hingga Desember 2025 dengan target penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) sebanyak 1,3 juta ton, untuk menstabilkan harga beras yang saat ini mulai berangsur turun.
"Kami sampaikan, sesuai hasil Bapanas dan pengamatan lapangan, sekarang ini harga sudah berangsur turun, kita akan melakukan operasi pasar besar-besaran berkelanjutan sampai Desember," katanya.
Dalam operasi pasar harian, pemerintah telah menyalurkan 6.000 ton beras per hari, dengan target meningkat menjadi 7.000 ton, bahkan hingga 10.000 ton beras per hari dalam beberapa waktu ke depan.
Mengenai cadangan beras pemerintah, Amran menyatakan stok saat ini masih sebanyak 3,9 juta ton, yang dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
Dari total cadangan tersebut, meski 1 juta ton dialokasikan untuk SPHP, sisa 2,5 juta hingga 2,7 juta ton tetap cukup untuk menjaga ketahanan pangan nasional secara aman dan berkelanjutan.
"Cadangan beras pemerintah masih 3,9 juta ton, masih cukup," katanya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Anutin Charnvirakul Diprediksi Bakal Kembali Pimpin Thailand
-
Banyak Penyelundupan Komoditas Pertanian Ilegal, Mentan: Segera Akan Kita Tindaklanjuti
-
KSP: Presiden Prabowo Targetkan 500 Sekolah Rakyat Rampung 2029
-
Petani mulai menggarap sawah tadah hujan di Aceh Barat
-
Trump akan Memberi Varian Jet F-35 yang Setara dengan Israel, Mengapa Arab Saudi Begitu Menginginkannya?
-
Sikap China Terkait Ancaman Serangan Militer Amerika Serikat ke Iran dan Krisis Energi Global
-
IPB Bicara Blak-Blakan: Agronomi Lahan Cetak Sawah adalah Kunci Lompatan Produksi Pangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.