Trump akan Kerahkan Jet Tempur untuk Dukungan Keamanan dalam Kesepakatan Damai Ukraina

Rabu, 20 Agu 2025, 16:19 WIB
WASHINGTON DC - Setelah mengesampingkan kemungkinan menempatkan pasukan daratdi Ukraina, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Selasa (19/8), mengatakan AS mungkin akan memberikan dukungan udara sebagai bagian dari jaminan keamanan dalam rencana kesepakatan damai untuk mengakhiri perang negara itu dengan Russia . 
Dari The Guardian,  hal ini terjadi sehari setelah Trump menjanjikan jaminan keamanan untuk membantu mengakhiri perang dalam pertemuan puncak luar biasa di Gedung Putih. 
Jalan menuju perdamaian masih belum pasti karena AS dan sekutunya bersiap untuk membahas dukungan militer apa saja yang mungkin diberikan untuk Ukraina.
"Soal keamanan, (orang Eropa) bersedia mengerahkan pasukan darat. Kami bersedia membantu mereka, terutama, mungkin... lewat udara," kata Trump dalam wawancara dengan program "Fox & Friends" di Fox News.
Para pemimpin militer NATO (North Atlantic Treaty Organization) diperkirakan akan bertemu pada hari Rabu untuk membahas Ukraina, dengan Jenderal AS Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, diperkirakan akan hadir secara virtual, kata para pejabat kepada Reuters.
Putin mengatakan, Russia tidak akan menoleransi pasukan dari aliansi NATO di Ukraina. Ia juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan mundur dari tuntutannya atas wilayah, termasuk wilayah yang tidak berada di bawah kendali militer Rusia, setelah pertemuan puncaknya dengan Trump pada hari Jumat di Alaska.
Kemudian, dalam wawancara dengan pembawa acara radio Mark Levin, Trump menggambarkan gaya negosiasinya dalam upaya mengakhiri perang sebagai "mungkin lebih didasarkan pada naluri daripada proses."
Menyusul pertemuan hari Senin, Russia melancarkan serangan udara terbesarnya dalam lebih dari sebulan terhadap Ukraina, dengan 270 drone dan 10 rudal diluncurkan, ungkap angkatan udara Ukraina.
Kementerian Energi mengatakan serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar di fasilitas-fasilitas energi di wilayah Poltava tengah, lokasi satu-satunya kilang minyak Ukraina.
Minyak kembali mengalir ke Slovakia melalui pipa Druzhba, demikian pernyataan Kementerian Ekonomi Slovakia pada Selasa malam, setelah serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap stasiun pompa minyak di wilayah Tambov, Rusia, memutus pasokan.
Ukraina telah meningkatkan serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, saluran utama untuk menghasilkan uang bagi upaya perang Kremlin, dengan penjualan minyak dan gas menyumbang seperempat dari total pendapatan anggaran negara Rusia.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.