Sulawesi Selatan Dorong Pembangunan Tepat Sasaran Lewat Kolaborasi Data dengan BPS
Rabu, 20 Agu 2025, 11:40 WIBPemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat memperkuat sinergisitas dalam pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah.
Wakil Gubernur (Wagub) Sulsel Fatmawati Rusdi dalam keterangannya di Makassar, Rabu, menekankan pentingnya data yang akurat dan mutakhir sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan daerah, termasuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulsel.
Ia menegaskan data yang akurat tidak hanya menjadi alat evaluasi, tetapi juga fondasi bagi penyusunan kebijakan publik yang efektif terutama dalam program pengentasan kemiskinan.
âData statistik bukan sekadar angka, melainkan fondasi dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Terutama untuk program pengentasan kemiskinan, kita butuh basis data yang valid agar intervensi pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan,â ujarnya.
Wagub Sulsel menambahkan integrasi data antar-instansi perlu diperkuat agar kebijakan yang lahir tidak parsial, melainkan berlandaskan pada satu rujukan yang sama.
âPemprov Sulsel akan terus mendorong sinergi dengan BPS dan OPD terkait agar data yang dipublikasikan bisa menjadi pijakan bersama dalam menyusun strategi pembangunan daerah,â jelasnya.
Kepala BPS Sulsel Aryanto mengapresiasi dukungan Pemprov Sulsel dalam memperkuat kerja-kerja statistik di daerah. Ini menjadi kunci optimalisasi publikasi data BPS agar lebih relevan dan bermanfaat bagi kebijakan publik.
âKami bersyukur dapat berdiskusi langsung dengan Ibu Wakil Gubernur. Banyak hal yang dibicarakan, mulai dari dukungan pemerintah provinsi hingga strategi penggunaan data statistik," katanya.
"Ke depan BPS siap berkolaborasi lebih erat dengan OPD-OPD terkait agar publikasi data semakin bermanfaat,â ucap Aryanto.
Ia juga menekankan perbedaan data yang kerap muncul di publik lebih disebabkan oleh perbedaan waktu rilis, metodologi, dan cakupan, bukan karena manipulasi.
Menurutnya, terdapat tiga jenis data yang perlu dipahami masyarakat yaitu data statistik dasar (sensus dan survei BPS), data sektoral (yang dihasilkan OPD), serta data statistik khusus (survei lembaga independen).
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Siaga! Rob Mengintai Pulau-Pulau Wisata, Kepulauan Seribu Lakukan Langkah Darurat
-
Aset Kripto Tak Kenal Batas, OJK: Pengawasannya Harus Lintas Negara!
-
Tingkatkan Ekonomi Warga, Pemkot Surabaya Berikan Pelatihan Menjahit
-
Bupati Bisa Diberhentikan karena Kebijakan Tak Libatkan Rakyat
-
Presiden Prabowo Berikan Pembekalan pada Guru Sekolah Rakyat di JIExpo
-
Polisi Selidiki Ledakan Bom Rakitan di SMAN 72 Jakarta, Diduga Terkait Aksi Balas Dendam
-
Panglima TNI Cawe-cawe Soal Sirene, Kakorlantas Bekukan Sementara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.