Produksi Demon Slayer Libatkan Studio Ubud dari Indonesia
Selasa, 19 Agu 2025, 18:15 WIBJAKARTA - Industri anime Indonesia mencatat pertumbuhan pesat dengan nilai mencapai Rp 90,9 triliun pada 2022 dan diproyeksikan menembus Rp 109,6 triliun pada 2026, menurut laporan PwC. Lonjakan ini terjadi seiring dengan menurunnya kapasitas produksi anime di Jepang akibat penurunan populasi dan tingginya pergantian tenaga kerja di studio, yang membuka peluang besar bagi studio Indonesia untuk ikut berkontribusi dalam proyek internasional.
Salah satu studio yang menonjol adalah Studio Ubud, yang terlibat dalam produksi film Demon Slayer: Infinity Castle. Film ini tayang perdana di Jepang pada 18 Juli, meraih pendapatan 1,5 miliar yen atau sekitar Rp 163 miliar di hari pertama, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Mugen Train. Di Indonesia, film tersebut resmi tayang pada 15 Agustus dan mencatat lebih dari 461.000 penonton pada hari pertama, menjadikannya pembukaan terbesar untuk film anime maupun film Asia di tanah air.

Studio Ubud menangani berbagai aspek penting produksi, mulai dari visual karakter, efek khusus, pergerakan kamera, fotografi digital, kompositing, hingga pewarnaan. Selain terlibat dalam serial, studio ini juga menggarap teaser, materi promosi, hingga desain merchandise. Meski hak cipta tetap dimiliki studio Jepang, kontribusi tim Indonesia sangat krusial dalam menjaga kualitas produksi dan ketepatan waktu rilis.
Didirikan pada 2015 dengan basis di Jakarta dan Solo, Studio Ubud telah berkiprah hampir satu dekade dalam industri anime internasional. Studio ini tercatat mengerjakan lebih dari 50 judul anime ternama, termasuk One Piece, Bleach: Thousand-Year Blood War, Jujutsu Kaisen, Dragon Ball, Pokémon, hingga JoJoâs Bizarre Adventure. Reputasi atas kualitas, keandalan, dan konsistensinya menjadikan Indonesia sebagai pemain kredibel di industri anime Jepang yang sangat kompetitif.
Pada 2025, Studio Ubud menandatangani perjanjian jangka panjang dengan empat studio besar Jepang, yakni ENGI Co. Ltd, A-1 Pictures Inc, Nippon Animation Co. Ltd, dan Asahi Production Co. Ltd. Kerja sama ini mencakup komitmen multi-tahun dalam produksi serial televisi maupun film layar lebar, memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra strategis dalam rantai produksi anime global.
Anime kini menjadi salah satu pendorong pertumbuhan utama di Asia Tenggara, terutama karena audiens muda yang melek digital dan haus akan konten berbasis budaya. Menurut laporan Anime: A Growing Opportunity for Brands dari Dentsu, tiga dari sepuluh konsumen global menonton anime setiap minggu, dengan tingkat keterlibatan yang melonjak di Indonesia, Thailand, dan pasar Asia Tenggara lainnya.
Fenomena ini juga mendorong partisipasi aktif penggemar. Di Indonesia, hampir satu dari lima penggemar anime Gen Z rutin membagikan konten anime di media sosial atau bergabung dengan komunitas daring seperti Discord. Anime tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium kreatif yang menawarkan kedalaman emosional serta keberagaman genre, sekaligus menjadi penyeimbang terhadap dominasi media Barat.
âPenonton tertarik pada anime karena berbagai alasan. Anime menampilkan dunia yang unik dan langsung dikenali, emosi yang kompleks, serta ragam genre yang luas,â demikian disebutkan dalam laporan Dentsu tahun 2025.
Menurut Parrot Analytics, industri anime global mencatat nilai ekonomi sebesar 19,8 miliar dolar AS pada 2023, dengan 5,5 miliar dolar dari streaming dan 14,3 miliar dolar dari penjualan merchandise. Pendapatan streaming menyumbang 6 persen dari total pemasukan global layanan streaming, dipimpin oleh Amerika Utara sebesar 41 persen dan Asia sebesar 29 persen. Sementara itu, penjualan merchandise didominasi Asia dengan 5,46 miliar dolar dan Amerika Utara dengan 4,97 miliar dolar, menegaskan dampak budaya dan ekonomi anime yang mendunia.
- demon slayer
- anime
- Industri Anime
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Apple dan Indonesia Telah Temui Kesepakatan untuk Pasarkan iPhone 16
-
Rakor Pencegahan dan Pengawasan Kasus Korupsi
-
Bursa Saham Eropa Anjlok Saat Dibuka
-
Cadangan Devisa Capai 152,6 Miliar Dolar AS, Tapi Sebagiannya Masih Bersumber dari Utang
-
Pecah Rekor! Film "Demon Slayer" Raup $67 Juta di Jepang dalam 8 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.