BMKG: Kemarau Tahun Ini, NTT dan NTB Alami Kekeringan Terpanjang
Senin, 18 Agu 2025, 11:20 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat musim kemarau 2025 memicu kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 94 hari tanpa hujan, dan di Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga 77 hari.
Di NTT, wilayah terdampak kekeringan panjang meliputi Kabupaten Rote Ndao (Pantai Baru, Rote Timur, Rote Tengah), Kota Kupang (Maulafa), Kabupaten Kupang (Amfoang Selatan), Kabupaten Belu (Atambua, Tasifeto Timur), Kabupaten Sumba Timur (Haharu, Pandawai, Kambers), dan Kabupaten Sabu Raijua (Sabu Barat).
Sementara di NTB, kekurangan hujan terjadi di Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Lape, Rhee) dan Kabupaten Bima (Wera), dengan durasi kering mencapai 77-75 hari.
âData ini berasal dari monitoring hari tanpa hujan di 4.555 pos pengamatan hujan di seluruh Indonesia,â jelas Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan, Kamis (14/8).
Secara nasional, sekitar 57 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki kemarau. Dari pemantauan hingga 10 Agustus 2025, tercatat:
16 lokasi (0,35%)Â kategori ekstrem panjang
239 lokasi (5,35%)Â kategori sangat panjang
91 lokasi (2,0%)Â kategori panjang
159 lokasi (3,49%)Â kategori menengah
431 lokasi (9,46%)Â kategori pendek
764 lokasi (38,73%)Â kategori sangat pendek
BMKG mengingatkan sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, dan aparat daerah untuk mengantisipasi dampak kekeringan, termasuk potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kantong-kantong kemarau.
BMKG juga akan terus memperbarui informasi perkembangan musim kemarau hingga transisi ke musim hujan yang diperkirakan dimulai pada September 2025, melalui portal resmi, media sosial, dan sistem peringatan dini.
âPemerintah daerah perlu mengintegrasikan informasi prakiraan cuaca dan iklim BMKG dalam perencanaan lintas sektor agar risiko dampak kemarau bisa ditekan,â tutupnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Berakhirnya Perang AS-Iran Dorong Pemulihan Sentimen Pasar Kripto
-
Korban Banjir Bandang Nagan Raya Tagih Pencairan Dana Huntara Mandiri ke BNPB
-
Desa Harus Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional
-
KIP Kuliah Jalur Mandiri 2026 Resmi Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya
-
Banjarmasin Luncuran Spot Literasi di Area Fasilitas Publik dan Pemerintahan
-
78 Perenang dari 18 Negara Tampil di Kejuaraan Renang Perairan Terbuka Asia di Bali
-
Respons Kebocoran Dokumen, Filipina Desak Pembaruan Protokol Siber di Asean
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.