Pemkab Bangkalan Mulai Salurkan Bantuan Air Bersih Atasi Kekeringan
Minggu, 17 Agu 2025, 16:45 WIBBangkalan -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Jawa Timur mulai menyalurkan bantuan ke sejumlah desa terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun ini.
"Distribusi bantuan air bersih yang kami lakukan kali ini bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bangkalan," kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Eko Sugiharto di Bangkalan, Minggu.
Ia menjelaskan, jumlah desa yang menjadi sasaran distribusi bantuan air bersih kali ini sebanyak 20 desa, tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Tanah Merah, Blega, Arosbaya, dan Kecamatan Sepulu.
Menurut Eko, pendistribusian bantuan air bersih itu, berdasarkan permohonan yang disampaikan aparat desa ke Pemkab Bangkalan.
"Dari empat kecamatan ini yang paling banyak mengajukan bantuan adalah Kecamatan Sepulu," katanya.
Ia menjelaskan, setiap hari, pihaknya mengerahkan sebanyak tiga truk tangki atau sekitar 18 ribu liter air.
"Kapasitas tangki masing-masing kan 6 ribu liter. Jadi kalau tiga truk, semuanya 18 ribu liter," katanya.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bangkalan, daerah terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih saat musim kemarau tersebar di sembilan kecamatan, yakni Tanah Merah, Kwanyar, Blega, Konang, Kokop, Geger, Klampis, Sepulu, dan Kecamatan Arosbaya.
Dari sembilan kecamatan itu, total jumlah desa yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih sebanyak 53 desa, sama dengan data pada 2024.
Jenis kekeringan yang terjadi di 53 di sembilan kecamatan itu berupa kekeringan langka dan kekeringan kritis.
Kekeringan kritis terjadi karena pemenuhan air di dusun mencapai 10 liter lebih per orang per hari. Jarak yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan ketersediaan air bersih sejauh 3 kilometer bahkan lebih.
Kekeringan langka jenis kekeringan, di mana kebutuhan air di dusun itu di bawah 10 liter per orang, per hari. Jarak tempuh dari rumah warga ke sumber mata air terdekat sekitar 0,5 kilometer hingga 3 kilometer.
"Prioritas bantuan air bersih kali ini ke desa-desa yang mengalami kekeringan kritis," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
BMKG: Waspadai Hujan Lebat November hingga Februari
-
Viral Pengeroyokan Guru Oleh Siswa di SMKN 3 Tanjab Timur, Gubernur Jambi Janji Usut Tuntas
-
“Cukup Sudah!” PSMS Memohon Suporter Lebih Dewasa Usai 11 Sanksi Menghantam
-
Bantuan Air Bersih Terus Mengalir Pascabencana Banjir Tapanuli Selatan
-
Bantu Tunarungu Berkomunikasi Lewat AI, Mahasiswa ITH Ciptakan Inovasi Bernama ISARA
-
Suplai Air Bersih untuk Warga Aceh Tamiang Selama Ramadan Tetap Berjalan
-
Polda Aceh Bangun 300 Sumur Bor, Air Bersih Mengalir untuk Korban Banjir Bandang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.