Kesakralan Momen Kemerdekaan Tak Boleh Luntur Hanya Karena Tren
Jumat, 15 Agu 2025, 01:15 WIBMalang, Jawa Timur -- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengingatkan nilai sakral dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia RI tidak boleh luntur hanya karena maraknya tren budaya asing yang beredar di internet.
"Mari dievaluasi bersama, sebenarnya tidak hanya soal bendera One Piece tetapi juga simbol dan kebudayaan dari luar lainnya. Nuansa kemerdekaan harus memperkuat rasa nasionalisme dan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia," kata Amithya di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.
Menurutnya, tren di internet yang muncul saat ini perlu disikapi secara cermat oleh seluruh masyarakat sehingga tak menghilangkan esensi dari peringatan kemerdekaan, termasuk memprioritaskan pengibaran bendera merah putih.
Momen delapan dekade kemerdekaan RI, disebutnya harus benar-benar dimaksimalkan untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air serta persatuan dan kesatuan antarmasyarakat.
Sebab, dari hal itulah masyarakat akan bisa memahami makna sakral kemerdekaan, kemudian bisa dengan khidmat memperingati dan mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dia mengajak masyarakat, khususnya anak muda lebih memanfaatkan media sosial untuk menggaungkan semangat nasionalisme, dalam rangka menyambut momen kemerdekaan.
"Harapan saya nuansa nasionalisme lebih dimunculkan lagi," ujarnya.
Selain itu, dia menyebut dalam rangka menjaga nilai sakral momen kemerdekaan perlu diawali dengan memasifkan pengenalan pengetahuan tentang sejarah panjang perjuangan para pahlawan dalam memerdekakan Indonesia dari cengkeraman penjajah.
Setiap sekolah juga bisa mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya saat akan memulai jam belajar mengajar maupun di dalam berbagai kesempatan.
Lalu, untuk lebih mengenalkan rasa kebersamaan dan budaya gotong royong, bisa dilakukan melalui penyelenggaraan ajang perlombaan di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal, sebagaimana yang sering dilakukan saat menjelang peringatan HUT RI.
"Saya berharap kreativitas tenaga pendidik dan seluruh stakeholder yang membersamai anak-anak untuk proses belajar mengajar," kata dia.
Sebab, kata dia, pendidikan menjadi salah satu komponen yang bisa membangun jiwa nasionalisme anak-anak muda, sehingga peradaban bangsa Indonesia bisa terus tumbuh ke arah yang lebih baik lagi.
Jika tak dipupuk sejak dini, Amithya mengkhawatirkan anak-anak yang merupakan generasi penerus akan melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia.
"Saya kira itu yang perlu dipupuk dan dikenalkan masif kepada anak-anak," tutur dia.
- HUT RI 80
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Bukan Sekadar Lomba, Panjat Pinang Kalimalang Jadi Ikon HUT RI di Jakarta
-
HUT RI ke-80 di Mindiptana: TNI, Pelajar, dan Warga Bersatu Rayakan Kemerdekaan
-
Lapas Kediri Libatkan WBP Adakan Pekan Olahraga untuk Peringati HUT Ke-80 RI
-
WNI di Tokyo Gelar Gowes Santai Sambut HUT ke-80 RI
-
Sekitar 16.000 Orang Diprediksi Akan Hadir Pada Upacara HUT RI ke-80 di Istana Merdeka
-
Tangis Pembawa Baki Bianca Alessia Saat Prabowo Cium Merah Putih di HUT RI ke 80, Momen Sakral yang Guncang Jiwa Rakyat Indonesia!
-
Kado HUT ke-80 RI, Pertamina Produksi Avtur dari Minyak Jelantah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.