- Home
-
- Megapolitan
-
- Kebijakan Bupati Bogor Per...
Kebijakan Bupati Bogor Perlu Ditiru Daerah Lain
Jumat, 15 Agu 2025, 15:13 WIBBOGOR â Ini perlu ditiru, langkah yang diambil Bupati Bogor Rudy Susmanto. Dia telah menginstruksikan setiap ASN menanam satu pohon. Di Bogor ada sekitar 25 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN). Selain itu, membangun fasilitas pengelolaan sampah di setiap kantor pemerintahan.
Kebijakan ini dimulai dengan penanaman pohon secara serentak Kamis (14/8) sebagai bentuk keteladanan pemerintah sebelum kebijakan serupa diterapkan ke masyarakat. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan instruksi tersebut dituangkan dalam surat edaran yang dikirimkan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dua pekan lalu. Langkah ini, menurutnya, merupakan upaya memastikan pemerintah daerah memberikan contoh nyata dalam pengelolaan lingkungan.
âSeluruh SKPD, kantor kecamatan, hingga sekolah milik pemkab wajib punya Tempat Pengolahan Sampah masing-masing. Kalau kita mau masyarakat ikut mengelola sampah, pemerintahnya harus memulai lebih dulu,â kata Rudy usai penanaman bibit pohon di Pendopo Bupati, Cibinong, Jumat.
Selain itu setiap ASN diwajibkan menanam satu pohon di halaman kantor atau lingkungan sekitar. Apabila lahan terbatas, kata dia, pohon akan diserahkan ke Bappedalitbang untuk didistribusikan ke lokasi lain yang membutuhkan.
Untuk wilayah perkotaan, lanjut dia, Pemkab Bogor mendorong penanaman pohon buah seperti mangga, durian, dan rambutan. Sementara itu, daerah pegunungan akan difokuskan pada tanaman keras yang berfungsi menjaga resapan air. âPohon cangkokan yang kita tanam bisa berbuah dalam dua sampai tiga tahun, sehingga memberi manfaat ekonomi dan ketahanan pangan,â ujar Rudy.
Rudy menambahkan penanaman pohon telah dilakukan di sejumlah titik, termasuk Stadion Pakansari, Jalan Raya JakartaâBogor, Kemang, Ciseeng, Parung, hingga wilayah barat, timur, dan utara Kabupaten Bogor. Program ini melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak dan tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Menurutnya, pendekatan gotong royong menjadi kunci keberhasilan gerakan ini. âBiayanya tidak besar, dan bisa kita sebut sebagai ibadah yang tidak tertulis. Satu pohon yang ditanam akan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,â ucapnya.
Ia menegaskan program ini merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkab Bogor untuk membangun lingkungan yang hijau, produktif, dan lestari. âSebelum kita bicara kepada masyarakat atau membuat kebijakan luas, kita benahi dulu internal Pemkab agar kami juga sudah melakukannya,â tutur Rudy.
Rudy berharap dalam beberapa tahun ke depan Kabupaten Bogor akan dikenal sebagai wilayah dengan lingkungan asri dan ketersediaan buah yang melimpah, yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Yang penting juga harus merawat pohon yang ditanam, sebab biasanya pejabat hanya menanam setelah itu pohon mati semua karena tidak disiram atau dirawat. Menanam pohon hanya untuk seremoni dan buang-buang anggaran untuk seremonial.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Gempa Dangkal Guncang Bener Meriah akibat Aktivitas Sesar Aktif
-
Penghijauan Tak Hanya Menanam Pohon, Tetapi Juga Menanam Harapan
-
Kolombia Ekstradisi 9 Warganya ke AS terkait Kartel Narkoba
-
Tanam Pohon Dibayar 50 Ribu Rupiah oleh Pemerintah
-
Dari Petrokimia hingga Baterai, Trio Industri Korsel Tambah Modal di Indonesia
-
Siap Darling Menjadi Gantungan Utama Menyelamatkan Bumi
-
Menghijaukan Gunung Muria Menanam Harapan Masa Depan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.