Banjarmasin, MUI Dukung Kemajuan Pariwisata Religi

Kamis, 14 Agu 2025, 21:11 WIB

Banjarmasin -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memberikan dukungan penuh untuk kemajuan pariwisata religi daerah sebagai magnet meningkatkan kunjungan wisata.

"Tentunya MUI sangat mendukung kemajuan pariwisata religi daerah, karena kota kita kaya akan itu," ujar Sekretaris MUI Kota Banjarmasin KH Muhlidi Sulaiman saat gelar Rapat Kerja Kecamatan (Rakercam) MUI Banjarmasin Utara periode 2023-2028 di kantor kecamatan setempat, Kamis.

Ket. Foto: Ketua MUI Kota Banjarmasin Habib Ali Khaidir Al-Kaff saat memberikan arahan pada Rapat Kerja Kecamatan MUI Banjarmasin Utara di kantor kecamatan setempat, Kamis (14/8). — Sumber: ANTARA/Sukarli

Apalagi di daerah Banjarmasin Utara ini, ungkap dia, ada beberapa titik objek wisata religi yang menjadi bagian sejarah kota ini, yakni Makam dan Masjid Sultan Suriansyah, sultan pertama di tanah Banjar.

Kemudian, makam Syekh Jamaluddin Al-Banjari yang berada di Sungai Jingah, Surgi Mufti atau Datu Sungai Jingah, yang wafat pada 8 Muharam 1348 atau 16 Juni 1929 Masehi. Bahkan struktur bangunan makamnya ditetapkan sebagai cagar budaya nasional.

"Ada juga Masjid Jami Banjarmasin yang didirikan pada 1934 Masehi, tidak jauh makam KH Ahmad Zuhdiannoor, ulama karismatik Banjarmasin yang sangat banyak diziarahi masyarakat dari berbagai penjuru daerah," ujarnya.

Wisata religi menjadi bagian syiar Islam yang begitu menarik umat untuk memetik berkah dari Allah SWT.

Menurut Muhlidi, MUI Kota Banjarmasin meminta anggota MUI di kecamatan-kecamatan untuk menyusun program kerja yang bersinergi dengan program pemerintah, salah satunya mendukung kemajuan pariwisata daerah, khususnya pariwisata religi.

"Selain tentunya kita bersinergi diberbagai bidang lainnya, yakni untuk kebersihan lingkungan," paparnya.

Dia juga menyampaikan, MUI tidak hanya mensyiarkan tentang agama dan menyampaikan fatwa, namun juga menjaga kerukunan antarumat beragama, mewaspadai aliran sesat, masalah sosial di masyarakat, juga terkait politik dan ekonomi.

"Kita berperan di berbagai bidang untuk kemaslahatan umat," ujarnya.

Camat Banjarmasin Utara Norrahma Wati menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas peran MUI Banjarmasin hingga kecamatan yang sangat bersinergi dan mendukung program pemerintah daerah.

"Pemerintah kota tentunya sangat terbantu dengan peranan para ulama ini," ujarnya.

Dia pun berharap, para ulama untuk terus menyampaikan imbauan atau nasihat ke masyarakat, khususnya untuk mengelola sampah dengan baik, melakukan pemilahan sebelum dibuang ke tempat sampah.

Sebab, kata dia, Kota Banjarmasin sedang mengalami darurat sampah akibat ditutupnya Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Basirih oleh Kementerian Lingkungan Hidup RI sejak 1 Februari 2025.

"Kami yakin dengan ulama yang mengajak, masyarakat akan lebih taat dan manut, sadar untuk mengelola sampah dengan baik, karena kebersihan sebagai daripada imam," ujarnya.

Selain itu tentunya untuk membimbing akhlak masyarakat, khususnya kaula muda agar tidak berbuat maksiat, kenakalan remaja dan lainnya yang menjadi masalah sosial.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.