• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Simbol pada Segel Berkemba...

Simbol pada Segel Berkembang Menjadi Tulisan

Selasa, 12 Agu 2025, 07:21 WIB

MESKIPUN manusia telah menorehkan jejak di permukaan Bumi ini setidaknya selama puluhan ribu tahun, sulit untuk menentukan dengan tepat kapan manusia mulai mencatat apa yang dilihat lalu dituangkan dalam bentuk ‘tulisan.’

Sebuah tim dari Universitas Bologna di Italia telah menghubungkan simbol-simbol pada segel Mesopotamia kuno dengan sistem komunikasi visual kuno yang disebut proto tulisan paku (kuneiform); sebuah bentuk seni yang pada akhirnya akan berkembang menjadi salah satu sistem penulisan sejati pertama di dunia.

Ket. Foto: Salah satu prasasti yang memuat salinan “Dekret Canopus”. Spesimen ini ditemukan pada tahun 1881 oleh Gaston Maspero di situs Kom el-Hisn di Delta Nil Mesir dan saat ini dipajang di Museum Mesir di Kairo, ibu kota Mesir. — Sumber: Khaled DESOUKI / AFP

“Hubungan erat antara penyegelan kuno dan penemuan tulisan di Asia barat daya telah lama diketahui, tetapi hubungan antara gambar segel tertentu dan bentuk tanda hampir tidak pernah dieksplorasi,” kata filolog Silvia Ferrara dari Universitas Bologna, dalam laporannya di jurnal Antiquity.

“Inilah pertanyaan awal kami: apakah gambar segel berkontribusi signifikan terhadap penemuan tanda dalam tulisan pertama di wilayah tersebut?” ujar dia.

Segel silinder digunakan sebagai alat administrasi, tanda tangan, perhiasan dan dijadikan jimat ajaib, versi yang lebih baru menggunakan notasi aksara paku Mesopotamia. Pada periode selanjutnya, segel ini digunakan untuk notaris atau membuktikan beberapa dokumen dari tanah liat.

Menulis adalah sistem aturan kompleks yang memberi tahu cara menyusun dan menafsirkan simbol untuk menyampaikan segala macam informasi, mulai dari deskripsi literal hingga pemikiran abstrak. Jauh sebelum aturan-aturan tersebut diciptakan, simbol-simbol yang mewakili konsep-konsep dasar diukir, digambar atau dalam hal ini dicetak pada suatu bahan untuk menyampaikan gagasan-gagasan sederhana.

Seiring waktu symbol-simbol itu telah distandarisasi sebagai leksikon untuk ‘proto-tulisan’ tanpa tata bahasa. Para peneliti secara metodis membandingkan desain yang mereka temukan pada segel silinder kuno dengan tanda-tanda proto tulisan paku yang telah diketahui.

Pemilihan segel silinder yang mereka analisis berasal dari sebelum tulisan muncul di Mesopotamia kuno, hingga periode proto-literasi. Mereka berpendapat bahwa kesamaan dalam cara artefak umum digambarkan secara visual pada segel silinder misalnya, tekstil berumbai dan bejana berjaring memiliki elemen yang sama dengan simbol proto tulisan paku yang sesuai.

Tanda-tanda proto tulisan paku yang terkait dengan bahan berumbai, misalnya, memiliki bentuk segitiga dengan beberapa garis vertikal yang mengarah ke bawah dari selembar ‘kain.’ Representasi orang-orang yang menenun pada segel silinder dari kota Susa di Mesopotamia memiliki bentuk yang serupa, begitu pula artefak dari kota Uruk.

Kemiripan serupa dapat dilihat antara apa yang tampak sebagai penggambaran bejana yang terbungkus jaring pada silinder dan serangkaian tanda proto tulisan paku yang diduga para peneliti memiliki makna yang sama. hay

  • Fungsi Tulisan

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.