Lonjakan Penumpang KAI Group Sentuh 286,57 Juta di Awal 2025, Efisiensi Layanan Dipertanyakan
Senin, 11 Agu 2025, 10:45 WIBJAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaporkan telah melayani 286,57 juta pelanggan angkutan penumpang sepanjang JanuariâJuli 2024, meningkat 9,04 persen dari 262,81 juta pelanggan pada periode sama tahun lalu.Â
Meski mencatat pertumbuhan, KAI perlu memastikan peningkatan jumlah penumpang diimbangi dengan perbaikan kualitas layanan, ketepatan jadwal, dan kapasitas armada agar lonjakan permintaan tidak berujung pada penurunan kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
âSeluruh moda di bawah KAI Group, mulai dari kereta jarak jauh, lokal, commuter line, hingga LRT, mencatat kenaikan,â kata Vice President Public Relations KAI, Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/8).
Lebih lanjut, ia mengatakan tren ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis rel di KAI Group semakin kuat, seiring peningkatan kualitas dan jangkauan layanan di berbagai wilayah.
âIni sinyal positif bahwa transportasi berbasis rel kian menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian, perjalanan bisnis, hingga wisata,â ujar dia.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada layanan LRT Jabodebek dengan 15.772.638 pelanggan atau melonjak 47,23 persen dibanding 10.712.920 pelanggan pada periode yang sama tahun 2024.
Selanjutnya, KAI Wisata melalui layanan kereta Panoramic dan Luxury juga mencatat kenaikan 44,78 persen menjadi 127.094 pelanggan.
Di Sulawesi, KA MakassarâParepare kereta api pertama di pulau tersebut, melayani 181.898 pelanggan, naik 10,86 persen dari 164.079 pelanggan pada JanuariâJuli 2024.
LRT Sumsel di Palembang yang menghubungkan pusat kota dengan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II melayani 2.628.095 pelanggan, tumbuh 9,53 persen dari 2.399.490 pelanggan tahun lalu.
Untuk layanan utama KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dioperasikan KAI, jumlah pelanggan mencapai 32.758.315 atau naik 7,5 persen dari 30.459.022 pelanggan.
Sementara, KAI Commuter yang mengelola Commuter Line Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, serta KA Lokal di Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta, melayani 227.521.318 pelanggan, naik 7,02 persen dari 212.589.546 pelanggan.
Whoosh yang dikelola KCIC juga membukukan 3.516.906 pelanggan, meningkat 7,01 persen dari 3.286.506 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Selain pertumbuhan pelanggan, kinerja ketepatan waktu (On Time Performance) juga tetap terjaga tinggi.
Rata-rata ketepatan waktu keberangkatan KA Penumpang KAI pada JanuariâJuli 2025 mencapai 99,56 persen, sementara kedatangan berada di angka 96,44 persen.
Anne menegaskan, meningkatnya jumlah pengguna KAI Group memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat.
âTransportasi berbasis rel tidak hanya menjadi solusi mobilitas yang aman, nyaman, dan tepat waktu, tetapi juga mendorong ekonomi daerah, mengurangi kemacetan, dan berkontribusi pada pengurangan emisi,â kata Anne.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
XTB Indonesia Luncurkan Investment Plan, Permudah Investor Pemula Bangun Portofolio Global
-
Perkuat Layanan Arus Balik, ASDP Jaga Perjalanan Pemudik Tetap Aman dan Nyaman
-
H+1 Lebaran, Pemudik dan Perantau Mulai Tiba di Jakarta
-
Belanja Furnitur Makin Praktis, Penjualan Kasur Melonjak Saat Ramadan
-
IndoGriTech Expo 2026 Boyong Teknologi Pertanian Canggih ke ICE BSD
-
Selat Hormuz Masih Lumpuh, Potensi Efek Domino Pasar Energi Kian Melebar
-
Efisiensi Digital KAI: 1,7 Juta Penumpang Gunakan Face Recognition di 22 Stasiun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.