Festival Budaya Cilegon Perkuat Kepercayaan Internasional

Senin, 11 Agu 2025, 16:10 WIB

Serang -- Gubernur Banten Andra Soni menilai gelaran Budaya Cilegon Fest and International Folk-Art (BCF-IFA) 2025 menjadi ruang interaksi budaya yang memperkuat keterbukaan dan kepercayaan kancah internasional.

Festival yang berlangsung 6–11 Agustus di Alun-alun Kota Cilegon ini menampilkan tarian tradisional dan kebudayaan lokal, serta partisipasi negara sahabat seperti India dan Korea Selatan.

Ket. Foto: Gubernur Banten Andra Soni memukul gong tanda menutup Budaye Cilegon Fest and International Folk-Art (BCF-IFA) 2025 di Kota Cilegon, Minggu (10/8) malam. — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov Banten

“Ini mencerminkan bahwa Kota Cilegon merupakan daerah yang sangat terbuka dengan peradaban lain,” kata Andra dalam keterangannya di Kota Serang, Senin.

Andra sempat membuka menutup kegiatan budaya tersebut di Kota Cilegon, Minggu (10/8) malam.

Ia menegaskan kegiatan budaya lintas negara dapat menjadi modal sosial untuk memajukan Cilegon.

“Saya yakin, dengan kolaborasi yang kuat para pemangku kepentingan, Kota Cilegon ini akan semakin maju,” ujarnya.

Selain potensi budaya, Andra mengingatkan kekuatan sumber daya alam Cilegon sebagai kota pelabuhan dengan laut yang dalam, yang mampu disandari kapal-kapal besar.

Dalam kesempatan itu, Andra juga meluncurkan “Golok Day” untuk memperingati sekaligus mengingatkan pentingnya pelestarian kebudayaan golok khas Cilegon.

Wali Kota Cilegon Robinsar menambahkan, festival ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah melestarikan budaya dan membangun karakter masyarakat.

“Ketika bicara budaya, tidak hanya sekadar tari dan musik, tapi identitas jati diri suatu daerah,” ujarnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.