- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pejabat Eropa Ajukan Propo...
Pejabat Eropa Ajukan Proposal Perdamaian Ukraina Menjelang Pertemuan Trump–Putin
Minggu, 10 Agu 2025, 17:30 WIBJAKARTA â Para pejabat Eropa telah mengajukan proposal perdamaian Ukraina kepada Amerika Serikat menjelang rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada 15 Agustus. Trump mengatakan pihaknya, bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga setengah tahun.
Rincian kesepakatan tersebut belum diungkapkan, namun Trump menyebut akan ada âpertukaran wilayah yang menguntungkan kedua belah pihakâ. Hal ini memicu kekhawatiran karena berpotensi membuat Ukraina kehilangan sebagian besar wilayahnya, sebuah skenario yang dinilai Kyiv dan sekutu Eropa hanya akan mendorong agresi Rusia lebih lanjut.
Wakil Presiden AS JD Vance melakukan pertemuan dengan sekutu Ukraina dan Eropa di Inggris pada Sabtu untuk membahas inisiatif perdamaian Trump. Menurut laporan Wall Street Journal, usulan balasan dari pihak Eropa mencakup tuntutan gencatan senjata sebelum langkah lain dilakukan, serta memastikan pertukaran wilayah bersifat timbal balik dengan jaminan keamanan yang kuat.
âAnda tidak dapat memulai suatu proses dengan menyerahkan wilayah di tengah pertempuran,â ujar seorang negosiator Eropa.
Zelenskiy menyebut pembicaraan itu konstruktif. âJalan menuju perdamaian bagi Ukraina harus ditentukan bersama, dan hanya bersama Ukraina, ini adalah prinsip utama,â katanya. Sebelumnya, ia menegaskan bahwa Ukraina tidak akan memberikan konsesi teritorial. âUkraina tidak akan menyerahkan tanah mereka kepada penjajah,â ujarnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menegaskan pentingnya peran Ukraina dalam setiap negosiasi. âMasa depan Ukraina tidak dapat diputuskan tanpa rakyat Ukraina, yang telah berjuang demi kebebasan dan keamanan mereka selama lebih dari tiga tahun,â tulisnya di X setelah panggilan telepon dengan Zelenskiy, Kanselir Jerman Friedrich Merz, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Zelenskiy diketahui mengadakan serangkaian komunikasi dengan sekutu sejak utusan Trump, Steve Witkoff, mengunjungi Moskow pada Rabu. Trump menggambarkan kunjungan itu sebagai langkah yang membawa âkemajuan besarâ menuju kesepakatan. Namun, Kyiv dan Uni Eropa tetap menolak usulan yang mereka nilai terlalu menguntungkan Rusia, yang telah menginvasi Ukraina sejak Februari 2022 dengan alasan keamanan nasional.
Invasi tersebut dinilai Ukraina dan sekutunya sebagai tindakan perampasan wilayah bergaya kekaisaran. Meski perundingan di Inggris menghasilkan kemajuan signifikan menurut seorang pejabat AS yang dikutip Axios, belum ada kepastian mengenai poin-poin yang disepakati.
Rusia sebelumnya mengklaim empat wilayah Ukraina â Luhansk, Donetsk, Zaporizhzhia, dan Kherson â serta Krimea yang dianeksasi pada 2014. Meski demikian, pasukan Rusia belum sepenuhnya menguasai seluruh wilayah tersebut. Moskow menuntut agar Ukraina menarik pasukannya dari area yang masih dikuasainya.
Di sisi lain, Ukraina mengklaim masih memiliki pijakan kecil di wilayah Kursk, Rusia, setahun setelah melintasi perbatasan untuk mendapatkan posisi tawar dalam negosiasi. Namun, Rusia menyatakan telah mengusir pasukan Ukraina dari Kursk sejak April lalu.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.