Gelombang Mengamuk, BPBD Cianjur Siaga di Pantai Selatan
Minggu, 10 Agu 2025, 15:57 WIBCianjur -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyiagakan puluhan petugas dan relawan di pantai selatan Cianjur, guna melakukan pengawasan dan pemantauan gelombang tinggi yang sempat merusak warung dan hutan cemara di Pantai Apra.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya di Cianjur, Minggu, mengatakan cuaca ekstrem dengan gelombang tinggi diprediksi masih melanda pantai selatan hingga pertengahan Agustus, sehingga masyarakat terutama nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan.
"Petugas dan relawan dibantu aparat setempat melakukan patroli bersama menyusur pantai selatan guna mengantisipasi berbagai hal, termasuk kecelakaan laut akibat gelombang tinggi, dan meminta warga meningkatkan kesiapsiagaan," katanya.
Pihaknya mencatat selama satu pekan terakhir akibat gelombang tinggi yang melanda pantai selatan Cianjur membuat puluhan perahu nelayan tenggelam dan empat diantaranya hilang tersapu gelombang, sehingga petugas dan relawan disiapkan untuk berbagai penanganan.
Bahkan sejumlah warung dan hutan cemara di Pantai Apra, Kecamatan Sindangbarang, rusak dihantam gelombang yang menghempas hingga ke pinggir pantai. Meski tidak ada penutupan tempat wisata, namun wisatawan diminta tidak mendekati bibir pantai.
"Kami juga minta pengelola tempat wisata mengimbau wisatawan agar tidak mendekati bibir pantai, apalagi berenang karena gelombang tinggi dapat terjadi setiap saat," katanya.
Camat Sindangbarang Ai Poetra mengatakan gelombang tinggi yang terjadi tidak menyebabkan abrasi atau banjir rob, namun ketinggian gelombang mencapai tiga meter sehingga naik hingga ke pantai merusak hutan dan sejumlah warung.
Meski gelombang masih tinggi sejumlah pantai di selatan Cianjur masih terbuka untuk dikunjungi wisatawan, namun pengunjung diminta untuk tidak mendekati pantai karena dikhawatirkan terbawa ombak yang tiba-tiba tinggi.
"Sepanjang Pantai Apra tidak diperbolehkan berenang, sehingga kami menempatkan petugas untuk melakukan pengawasan bersama petugas gabungan, wisatawan diimbau tidak bermain di pinggir pantai karena gelombang tinggi," katanya.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Suasana yang Tenang Tiba-tiba Berubah Riuh Ketika Laut Bergelombang Tinggi Lalu Menghantam Rumah-rumah yang Penghuninya Terlelap
-
Ribuan Warga Lokal Padati Bukit Merese Mandalika di Libur Lebaran
-
Euforia IPO Meledak! Mirae Asset Ingatkan Risiko di Balik Serbuan Investor Ritel
-
Sesosok Mayat Laki-laki dengan Luka di Leher di Jombang
-
Potensi Gelombang Tinggi di Wilayah Sulawesi Utara
-
Seleksi Akpol Jateng 2026: Wakapolda Pantau Tes Kesehatan Tahap I Gelombang Kedua
-
BMKG Ingatkan Warga untuk Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Sulut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.