Utamakan Potensi Lokal untuk Program Makan Gratis
Jumat, 08 Agu 2025, 18:51 WIBJAKARTA â Tujuan utama program makan gratis untuk memberi makanan yang baik, walau banyak yang malah keracunan, kepada para pelajar. Selain itu, juga untuk menggerakkan ekonomi lokal.
Makanya, Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO)Â menyebutkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengedepankan potensi lokal agar makanan maupun bahan makanan dari daerah penyelenggara program bisa dimanfaatkan.
Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi PCO Noudhy Valdryno mencontohkan apabila suatu daerah cenderung lebih dekat ke lautan, maka menu MBG di wilayah itu akan banyak berasal dari ikan.
"Jadi, bagaimana nanti caranya ikan ini bisa diolah agar mencukupi Angka Kecukupan Gizi (yang menjadi indikator dalam program MBG," ujar Ryno. Menurutnya, hal itu pun terlihat pada saat dirinya memantau pelaksanaan program MBG di Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Badan Gizi Nasional (BGN).
Di sana, katanya, menu program MBG cenderung lebih banyak menyajikan protein dari ikan karena berada di dekat perairan. Ryno menuturkan BGN selalu memantau AKG di setiap wilayah, sehingga saat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dibuat di daerah tersebut, akan terdapat tiga orang dari BGN dan Kepala SPPG yang mengatur dapur.
"Ada juga seorang akuntan di SPPG untuk memastikan pengeluaran dapur tersebut akuntabel, baik, dan prudent," tambahnya. Selain itu, tak lupa pula terdapat ahli gizi untuk menghitung AKG dari menu MBG yang disajikan.
Jika AKG belum mencukupi, maka ada kemungkinan terdapat menu yang diubah setelah berbicara dengan Kepala SPPG. Tak hanya menghitung AKG, ditambahkan bahwa akan diperhatikan pula dampak penyajian MBG terhadap konsentrasi belajar, kesehatan, tinggi badan dan berat badan siswa.
Seluruh hal tersebut, sambung Ryno, akan dicek oleh ahli gizi dan dewan pakar gizi dari BGN untuk memastikan program MBG memberikan dampak positif dan perbaikan bagi anak-anak yang menerimanya. "Ini juga langkah dalam mendorong Merdeka Gizi seiring dengan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 RI," tutur Ryno.
Beberapa waktu lalu terjadi keracunan massal dalam program makan gratis di sejumlah daerah, termasuk wilayah NTT. Maka, ke depan diharapkan tidak terjadi lagi keracunan ini.
Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) menyampaikan prosedur operasi standar penyajian program Makan Bergizi Gratis di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan ditingkatkan, agar jangan ada kasus keracunan lagi.
- Dapur MBG
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
BMKG Ingatkan Nelayan dan Pelayaran Waspadai Gelombang Laut Setinggi 2,5 Meter di Perairan Sumatera Utara
-
Tegas! Jelang Ramadan, Mentan Larang Rumah Potong Hewan Naikkan Harga Daging
-
Jadwal Thailand Masters, Para Pemain Indonesia Banyak yang Mesti Memulai dari Kualifikasi
-
Pascabencana, Aceh Masih Ramah bagi Wisatawan
-
Lanjutan Negosiasi Tarif AS - Indonesia Berlangsung Alot
-
Penertiban Pedagang yang Berjualan Makanan di Siang Hari Selama Bulan Ramadan
-
Harbolnas 2025 Resmi Diluncurkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.