Trump Instruksikan Sensus Berdasarkan Data Pemilu 2024, Imigran Ilegal Tak Dihitung

Jumat, 08 Agu 2025, 04:15 WIB

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan Departemen Perdagangan untuk mulai menyusun sensus baru berdasarkan "fakta modern" dan tidak memasukkan imigran ilegal.

"Saya telah perintahkan Departemen Perdagangan untuk segera mulai bekerja menyusun SENSUS baru yang sangat akurat berdasarkan data dan fakta masa kini, dan yang terpenting, menggunakan hasil serta informasi dari Pemilu Presiden 2024," tulis Trump di platform Truth Social.

Ket. Foto: Arsip foto - Seorang pengunjuk rasa diseret oleh polisi saat berlangsungnya aksi demonstrasi menentang kebijakan imigrasi di California, Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (8/6). — Sumber: ANTARA/Xinhua/Qiu Chen

"Orang-orang yang berada di negara kita secara ilegal TIDAK AKAN DIHITUNG DALAM SENSUS."

Konstitusi AS mewajibkan sensus dilakukan setiap 10 tahun. Sensus terakhir dilakukan saat masa jabatan pertama Trump, yang mencatat jumlah penduduk AS sebanyak 331 juta jiwa — meningkat 7 persen dibanding satu dekade sebelumnya.

Perintah Trump tersebut muncul di tengah upaya pemerintahannya untuk menyusun ulang batas-batas distrik pemilihan legislatif yang menguntungkan Partai Republik menjelang pemilu pendahuluan tahun depan.

Pada Ahad lalu, puluhan anggota parlemen dari Partai Demokrat meninggalkan negara bagian Texas dalam aksi boikot untuk menggagalkan rencana Partai Republik mengubah peta daerah pemilihan.

Gubernur Texas Greg Abbott kemudian memerintahkan Departemen Keamanan Publik untuk mencari, menangkap, dan memulangkan para legislator Demokrat ke ruang sidang DPR negara bagian.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.