Pariwisata Indonesia Naik Peringkat WEF 2024, BI Perluas QRIS Lintas Negara Dukung Sektor Wisata
Jumat, 08 Agu 2025, 16:00 WIBJAKARTA â Industri pariwisata Indonesia mencatat lonjakan signifikan dalam peringkat Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2024 dengan naik 10 peringkat ke posisi ke-22 dari 119 negara. Capaian ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan peringkat tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Singapura.
Bank Indonesia (BI) turut berperan dalam kemajuan ini melalui penguatan infrastruktur digital, khususnya dengan memperluas implementasi sistem pembayaran lintas batas QRIS. Sistem pembayaran ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik dalam bertransaksi di berbagai destinasi wisata.
âDi WEF, pariwisata Indonesia mengalami lonjakan signifikan. Kini, kita berada di peringkat kedua di Asia Tenggara, setelah Singapura,â ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka acara bincang-bincang Next-Gen Tourism: Smart Competition, Great Development, and Sustainable Growth di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (7/8/2025).
Destry menegaskan komitmen BI dalam mengembangkan sistem pembayaran digital untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memperluas penggunaan QRIS lintas negara, yang saat ini sudah beroperasi di Thailand, Malaysia, dan Singapura.
Negara berikutnya yang akan mengadopsi sistem ini adalah Jepang, dengan peluncuran dijadwalkan pada 17 Agustus 2025. Selanjutnya, BI juga menjalin kemitraan dengan Tiongkok, termasuk untuk mendukung transaksi pembayaran ibadah umrah.
Menurut Destry, langkah tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata yang menjadi salah satu penopang utama Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyedia lapangan kerja nasional. âSistem pembayaran di bawah BI akan terus berkembang, sehingga pariwisata di Indonesia semakin nyaman,â ujarnya.
Selain mengembangkan sistem pembayaran digital, Destry juga mendorong pengembangan destinasi wisata di luar Bali yang selama ini mendominasi citra pariwisata Indonesia. Ia mencontohkan Buleleng di Bali Utara yang dinilai memiliki potensi besar dan mulai dilirik pemerintah sebagai destinasi alternatif.
âSaya baru saja mendengar dari Wakil Menteri bahwa Buleleng memiliki potensi yang luar biasa,â ungkapnya.
Destry turut mengajak generasi muda untuk menjelajahi destinasi wisata lokal sebelum memutuskan bepergian ke luar negeri.
âSebelum Generasi X, Z, dan Alpha merantau ke luar negeri, mari kita kenalkan mereka dengan kekayaan alam Indonesia yang tersembunyi,â imbaunya.
Dengan peningkatan peringkat WEF 2024 dan dukungan infrastruktur pembayaran digital yang semakin luas, pariwisata Indonesia diharapkan mampu bersaing di kancah global. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pelaku industri pariwisata dinilai menjadi kunci dalam menjaga momentum positif ini.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Perhutani Jawa Barat dan Banten Modifikasi Kendaraan Polhut jadi Pemadam Kebakaran
-
Atap Gedung Roboh Sejak 2024, Begini Nasib 270 Siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09
-
Jakarta Ingin Wujudkan Kota Ramah Anak
-
Tak Mau Tertinggal, DIY Siapkan Sembilan Koperasi Berbasis Digital
-
BI Pastikan Uang Digital Tidak Akan Gantikan Uang Tunai
-
Deretan Rekor yang Pecah di Piala Dunia 2026: Messi, Mbappe hingga Ronaldo Ukir Sejarah Baru
-
30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.