- Home
-
- Megapolitan
-
- Bank Indonesia Proyeksikan...
Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi Jakarta Tumbuh hingga 5,4 Persen pada 2025
Jumat, 08 Agu 2025, 23:45 WIBJakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi DKI Jakarta memproyeksi pertumbuhan ekonomi Jakarta pada tahun 2025 berkisar di angka 4,6 persen hingga 5,4 persen, dengan inflasi sebesar 2,5 plus minus 1 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta yang solid, menurut Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Iwan Setiawan, bertumpu pada empat kontributor, yakni faktor konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor dan lapangan usaha.
"Konsumsi rumah tangga didukung daya beli yang relatif lebih berdaya tahan, tingginya sektor formal di Jakarta serta masih tetap maraknya event baik skala nasional maupun internasional," katanya di Jakarta, Jumat (8/8/).
Dari sisi investasi, berlanjutnya pembangunan proyek strategis yang bersifat tahun berjangka, seperti MRT Jakarta, LRT Jakarta, kawasan hunian berbasis transportasi (transit oriented development/TOD), kawasan hunian dan gedung bertingkat turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Sementara itu, tren membaiknya kinerja ekspor juga diyakini dapat berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi tahun ini.
Terlebih, ekonomi negara tujuan utama ekspor seperti Eropa, Amerika Latin, Timur Tengah yang masih tumbuh kuat pada 2025 diharapkan bisa mendongkrak kinerja ekspor nasional.
Demikian pula pertumbuhan sektor perdagangan, jasa keuangan, konstruksi, infokom, serta jasa lainnya, diproyeksi akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Mesin pertumbuhan, di Jakarta ada digitalisasi, ada keunggulan infrastruktur. Kami berkeyakinan hal ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi lebih baik lagi," imbuh Iwan.
Sementara itu, inflasi Jakarta juga diproyeksi masih bisa terjaga sesuai target di angka 2,5 plus minus 1 persen.
Ia menyoroti salah satu aspek yang perlu jadi perhatian karena sangat mempengaruhi inflasi, yakni komoditas pangan yang tidak stabil (volatile food).
"Sebetulnya yang perlu dijaga adalah volatile food. Tapi kami yakin Jakarta bisa jaga inflasi sesuai target karena Jakarta mampu mengelola pasokan pangan. Ada Food Station, PD Pasar Jaya. Kalau ini bisa dipertahankan, kita bisa jaga inflasi tersebut," kata Iwan.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta merilis perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,18 persen pada triwulan II-2025 yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,12 persen.
DKI Jakarta juga tercatat menjadi penyumbang tertinggi struktur perekonomian nasional pada triwulan II-2025 yakni sebesar 16,61 persen.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Terapkan Pendekatan Humanis, Polisi Bagikan Air Mineral dan Roti saat Demo Buruh di Jakarta
-
Turnamen Golf APJII ke-8 Tahun 2025 Jadi Ajang Perkuat Kolaborasi dan Komitmen Industri dalam Mendukung Transformasi Digital Indonesia
-
Imbas Banjir Semarang, Ini Update Layanan Pembatalan Tiket dan Perubahan Perjalanan KA dari Surabaya dan Malang ke Jakarta
-
38.786 Penumpang Gunakan KA di Wilayah Daop 8 Surabaya Pada Long Weekend Ini
-
Tradisi Ngunder Cai Panggilan untuk Menjaga Sungai Cibanten
-
Peserta "Minangkabau Memanggil, Taragak Pulang" Mengunjungi Rumah Pejuang
-
Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementan Tegaskan Stok Daging Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.