Anak Terlantar di Gorontalo Utara Butuh Perhatian, Warga Desak Pemda Bertindak.
Jumat, 24 Jul 2026, 06:45 WIBWarga Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Rizan Demanto meminta kepedulian pemerintah daerah setempat, untuk membantu merawat anak terlantar di wilayah tersebut.
"Kami meminta perhatian pemerintah daerah untuk membantu merawat seorang anak disabilitas dari keluarga miskin di Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur yang hidup sebatang kara tanpa pengasuhan orang tua," kata Rizan di Gorontalo Utara, Kamis.
Milo adalah seorang anak disabilitas yang cenderung terlantar karena tinggal sendirian di dalam rumahnya.
"Setiap hari, di saat tertentu, kakek Milo datang memberi makan seadanya. Yang menyayat hati, Milo sering disuapi dengan kondisi gelap gulita karena pulsa listrik di rumahnya habis..Tidak ada yang mengurusnya di dalam rumahnya sendiri karena ibu nya pergi meninggalkan Milo lima bulan yang lalu, sementara ayah nya sementara menjalani perawatan di rumah sakit," kata Rizan.
Rumah Milo terletak di Dusun Idaman Desa Dulukapa.
Sementara ini, Milo mendapat bantuan pengurusan dari Kepala Dusun Idaman yang juga membantu merawat dua orang saudara Milo.
"Milo bersaudara tiga. Semuanya laki-laki. Kemiskinan membuat kehidupan kedua orang tua Milo tidak harmonis. Dengan kondisi khusus yang dialami, Milo pun tidak ada yang merawat," kata Rizan.
Beruntung kata dia, kondisi Milo mendapat penanganan sementara dari Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat Kantor Desa Dulukapa Citra Toana, didampingi kepada Dusun Idaman dan staf BPD Desa Dulukapa.
"Kami berharap ada perhatian lebih serius dari pemerintah daerah untuk menangani Milo," katanya.
Perhatian tersebut, diyakini akan menjadi bukti dalam makna peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini.
"Kami berharap Milo tidak dibiarkan sendirian dan terlantar. Semoga kita semua tergerak untuk saling bahu membahu, agar anak ini tetap bisa merasakan kasih sayang, perlindungan, serta kehidupan yang layak sebagaimana hak setiap anak Indonesia," kata Rizan.
Kepala Dusun Idaman Risna Paka mengatakan setiap hari datang menengok Milo, namun untuk mengurusnya setiap saat, Risna bertutur tidak sanggup melakukannya sebab harus mengurus dua saudara Milo lainnya.
"Soal memberi makan kami sanggup, namun ada hal krusial yang tidak sanggup saya lakukan. Kondisi ini saya sampaikan atau curhati ke keluarga orang tua Milo, termasuk ke Kepala Desa Dulukapa yang setiap hari pun datang menjenguk Milo," kata Risna.
Ia telah memediasi kondisi Milo ke beberapa pihak, khususnya ke pemerintah desa agar mendapat penanganan dan bantuan perawatan namun bingung harus meminta izin ke siapa sebab kedua orang tuanya, tidak ada di rumah.
Risna berharap pihaknya mendapat dukungan dalam membantu menemukan solusi merawat Milo.
"Saya khawatir mendapat penolakan pihak keluarga khususnya ibu dan bapak kandungnya agar Milo mendapat tempat yang layak untuk diasuh dan dirawat. Minimal Milo dititipkan di tempat pengasuhan anak disabilitas. Kami berharap mendapat bantuan dukungan tersebut," kata Risna.
Ia mengatakan tepat di hari ini 23 Juli 2026, Milo berulang tahun ke 15 tahun.
Kondisi Milo sulit berjalan dan tidak dapat berkomunikasi.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.