- Home
-
- Megapolitan
-
- Pertumbuhan Ekonomi Jakart...
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Ditopang KRT
Kamis, 07 Agu 2025, 01:05 WIBJAKARTA â Konsumsi rumah tangga (KRT) dari waktu ke waktu masih tetap menjadi faktor utama pertumbuhan ekonomi, tak hanya secara nasiona, tetapi juga untuk Jakarta. BPS menginformasikan bahwa ekonomi Jakarta tumbuh 5,18 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jakarta melampaui angka nasional. Ekonomi nasional meningkat 5,12 persen, tapi Jakarta tumbuh 5,18. Jadi ekonomi Jakarta 0,6 persen lebih tinggi dari seluruh Indonesia. BPS merilis perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,18 persen triwulan II-2025 yoy, lebih tinggi dibandingkan capaian ekonomi nasional di angka 5,12 persen.
âEkonomi Jakarta triwulan II tahun tumbuh 5,18 persen tahunan, sedangkan angka secara nasional 5,12 persen,â jelas Kepala BPS Jakarta, Nurul Hasanudin. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jakarta mencatat dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga (KRT) dan investasi menopang pertumbuhan perekonomian Jakarta triwulan II.
Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh kuat sebesar 5,13 persen (secara tahunan/yoy), meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya (5,36 persen). Kepala Perwakilan BI Provinsi Jakarta Ricky Perdana Gozali, Rabu, menuturkan, âPertumbuhan yang tetap kuat didorong meningkatnya aktivitas rekreasi.â
Hal ini sejalan dengan berlangsungnya periode libur anak sekolah, cuti bersama, serta beberapa Hari Besar Keagamaan Nasional seperti Idul Adha, tahun baru Jawa, Paskah, dan Waisak.
Selain itu, kata Ricky, pemberian insentif pemerintah berupa diskon tarif transportasi darat, laut, dan udara serta diskon tarif jalan tol periode libur anak sekolah turut mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Dia lalu menyampaikan, investasi juga turut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Jakarta.
Investasi triwulan II tumbuh 5,50 persen (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (2,89 persen). Peningkatan didukung berlangsungnya pembangunan berbagai proyek strategis pemerintah dan swasta yang bersifat multitahun. Hal ini tecermin dari peningkatan impor barang modal,â jelasnya. Selanjutnya, dari sisi eksternal, ekspor tumbuh tinggi sebesar 17,26 persen. Hal ini didorong terutama oleh pertumbuhan ekspor nonmigas yang sejalan dengan membaiknya ekspor produk otomotif, perhiasan/permata, mesin dan pesawat mekanik, serta berbagai produk kimia.
Impor
Impor juga tumbuh tinggi dari 16,24 persen (yoy) menjadi 16,99 persen (yoy) didorong oleh seluruh jenis barang impor, baik barang konsumsi, bahan baku, maupun barang modal. Sementara itu, konsumsi pemerintah triwulan II tumbuh 5,16 persen (yoy).
Angka ini melambat dari triwulan sebelumnya (9,22 persen), seiring normalisasi belanja pegawai dan belanja bansos setelah berlangsungnya lebaran. Dari sisi lapangan usaha (LU), ekonomi Jakarta terutama ditopang oleh LU perdagangan. Sektor ini tumbuh 5,91 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (4,35 persen). Pertumbuhan didorong meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama pada periode libur anak sekolah, cuti bersama dan libur besar keagamaan.
Lapangan usaha informasi dan komunikasi juga tumbuh tinggi sebesar 5,65 persen (yoy). Hal ini didorong tetap tingginya penggunaan data dan internet. Juga ada peran jumlah penonton bioskop saat libur sekolah.
LU lainnya dari konstruksi, jasa perusahaan, akomodasi, makan minum, transportasi dan pergudangan juga masih tumbuh tinggi. Hal ini didukung oleh tingginya aktivitas dan permintaan masyarakat saat libur sekolah, cuti bersama, serta libur keagamaan.
Adapun perekonomian Jakarta dengan pangsa 16,61 persen terhadap Nasional triwulan II meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (4,95 persen). Pertumbuhan ekonomi Jakarta tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Ricky menandaskan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jakarta akan terus memonitor perkembangan berbagai indikator perekonomian baik ditingkat daerah, nasional,maupun global. Selain itu, sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jakarta akan terus diperkuat. Tujuannya untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jakarta berbagai sektor guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
Berita Terkait:
-
Ekonomi Jakarta Nyaris Capai 6 Persen
-
Film “Dilan ITB 1997” Rilis Teaser
-
Disdikpora Bikin Rancangan Kesepakatan Sekolah dan Orang Tua Siswa untuk SPMB 2026
-
Investasi Penting untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Harga Emas UBS, Antam, Galeri24 di Pegadaian Sabtu (28/3) Pagi Turun
-
Ekonomi Tangerang Ditopang Tiga Sektor
-
Ekonom: Industri Game Indonesia Berpotensi Dukung Pertumbuhan Ekonomi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.