- Home
-
- Megapolitan
-
- Pencemaran di Tarumajaya B...
Pencemaran di Tarumajaya Bekasi Diminta Diusut
Senin, 29 Jun 2026, 01:15 WIBBEKASI â Kasus pencemaran laut di perairan Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya diminta untuk diusut tuntas karena berdampak pada penurunan hasil tangkapan nelayan.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bekasi Aria Dwi Nugraha menegaskan persoalan pencemaran di wilayah pesisir terjadi di beberapa titik. Salah satunya perairan Tarumajaya yang mengakibatkan banyak nelayan kerang kehilangan mata pencaharian.
âLaporan Komisi III menyebut ada beberapa titik yang masih minim perhatian terkait pencemaran laut. Ini tidak hanya Tarumajaya, tapi juga tempat lain. Hanya, kasus di Tarumajaya sedang ramai diperbincangkan publik karena telah menimbulkan sejumlah efek negatif seperti hilangnya penghidupan nelayan,â katanya di Cikarang.
Dia menyatakan telah berkoordinasi dengan alat kelengkapan dewan termasuk komisi terkait untuk mengusut dugaan pencemaran laut melalui fungsi pengawasan yang dimiliki lembaga legislatif tersebut. Aria menjadwalkan pemanggilan terhadap Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi untuk diminta penjelasan mengenai pengawasan lingkungan.
Pihak swasta yang beroperasi di sekitar perairan Tarumajaya juga akan diminta keterangan perihal dugaan pencemaran limbah sisa produksi. âDinas LH lebih dulu kita panggil. Setelah itu perusahaan yang diduga menjadi penyebab pencemaran,â tuturnya.
Kondisi ini menjadi atensi khusus karena berkaitan dengan dugaan tindak kejahatan lingkungan. Aria mengaku penanganan pencemaran di wilayah pesisir menghadapi keterbatasan kewenangan karena wilayah laut berada di bawah otoritas pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Meski demikian, keberadaan perusahaan yang beroperasi di daratan Kabupaten Bekasi tetap harus diawasi.
DPRD bersama dinas terkait juga perlu menyisir perusahaan-perusahaan yang memiliki saluran bermuara ke laut.
Jubir Dinas LH Kabupaten Bekasi Dedi Kurniawan minta warga mengadu melalui Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional-Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat. âLaporan tersebut menjadi dasar melakukan tindak lanjut. Lapor supaya punya keterangan kuat dari saksi,â katanya.
Keluhan Nelayan
Pencemaran laut di perairan Tarumajaya ditandai perubahan warna air menjadi lebih gelap dan berbau. Itu diduga akibat limbah industri yang merusak ekosistem laut serta turut mematikan habitat kerang, komoditas utama penopang kehidupan masyarakat setempat.
âKondisi perairan sejak bibir pantai saat ini berada pada titik terburuk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Masih bertahan karena mencari kerang merupakan satu-satunya mata pencaharian saya,â kata nelayan setempat Samsur (58).
Kondisi laut Tarumajaya sejak Mei 2026 tidak lagi bersahabat bagi penghidupan nelayan. Zat polutan yang diduga dibuang ke perairan, membuat populasi kerang terus menyusut. Sementara itu, ikan-ikan menjauh ke laut lepas, area yang tidak mungkin dijangkau perahu tradisional milik nelayan pesisir.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gempa Poso Porak-Porandakan Rumah Warga, TNI AD Turun Tangan Dirikan Posko dan Evakuasi Korban!
-
Regulasi Pasar Digital untuk Kembangkan Pertumbuhan UMKM Daerah
-
Kabar Gembira, Gregoria ke Semifinal India Open 2025 Setelah Taklukkan Wakil Tuan Rumah
-
Korea Selatan Masih Bimbang Apakah akan Mengizinkan Google Maps Berfungsi Penuh
-
Tak Mau Kalah dari 'The Odyssey', 'Dune 3: Messiah' akan Direkam Sepenuhnya dengan Kamera IMAX
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.