Kepulauan Seribu Siap Siaga Sambut Bencana Mematikan Tsunami

Kamis, 07 Agu 2025, 02:03 WIB

JAKARTA – Sebagai wilayah yang mayoritas laut, Kepulauan Seribu harus selalu siap menghadapi bencana kelautan utamanya tsunami. “Kami lakukan sosialisasi dan pendampingan bahaya tsunami,” tandas Kepala Satgas BPBD Kepulauan Seribu, Mansyah, di Jakarta, Rabu.

Sosialisasi dilaksanakan di Kelurahan Pulau Untung Jawa, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan. Tujuannya, agar masyarakat memiliki pengetahuan akan potensi bencana tsunami. Mansyah mengutarakan, peran aktif masyarakat lokal, dalam membentuk sistem tanggap darurat yang efektif di tingkat komunitas sangat penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Ket. Foto: gelombang tinggi — Sumber: ist

Dia berharap masyarakat semakin sadar risiko dan siap menghadapi keadaan darurat ke depan. "Kami akan terus memperluas cakupan edukasi kebencanaan di wilayah Kepulauan Seribu," katanya.

Mansyah menghadirkan Danru P2B BPBD Kepulauan Seribu, Iwan bersama Muhammad Teguh Aji Saputra dan narasumber lainnya untuk memberikan materi pemahaman dasar mengenai potensi ancaman tsunami serta teknik evakuasi mandiri. Selain itu pentingnya membangun koordinasi lintas elemen dalam penanggulangan bencana.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara BPBD, mahasiswa dan masyarakat dalam membangun budaya siaga bencana, khususnya di wilayah pesisir seperti Pulau Untung Jawa. Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pendampingan Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa STIE Dharma Bumiputera dan didukung BPBD Kepulauan Seribu.

Total ada 25 peserta dari berbagai unsur masyarakat, seperti Karang Taruna, RT/RW, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), relawan lokal, unsur Kelurahan Pulau Untung Jawa, Bhabinkamtibmas, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) serta para Ketua RT dan RW setempat.

Waspada Rob

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengimbau warga yang bermukim di pesisir Jakarta Utara mewaspadai banjir akibat air pasang atau rob 2-9 Agustus.

Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang Peringatan Dini Banjir Pesisir (Rob), pasang air laut terjadi karena fenomena Fase Bulan Purnama.

"Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta," ujar Isnawa di Jakarta, Sabtu. Karena itu, Isnawa mengimbau warga wilayah pesisir utara Jakarta terus bersiaga.

Wilayah tersebut adalah Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok dan Kepulauan Seribu. Mereka harus dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya rob.

Isnawa mengatakan, masyarakat dapat memantau informasi terkini mengenai gelombang air laut pada laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut. "Bila menemukan keadaan darurat yang membutuhkan pertolongan, segera hubungi Call Center Jakarta Siaga 112," kata Isnawa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.