Indonesia Menjadi Negara Asia Tenggara Pertama Operasikan Rudal Balistik Taktis KHAN

Rabu, 06 Agu 2025, 17:15 WIB

JAKARTA – Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal balistik taktis, menandai peningkatan signifikan dalam kemampuan tempur jarak pendeknya. Keberadaan rudal ini terungkap melalui unggahan para penggemar militer di Kalimantan Timur, memperlihatkan rudal KHAN buatan Turki yang dilaporkan berada di fasilitas milik Angkatan Darat Indonesia.

Gambar rudal KHAN muncul di halaman Facebook Sahabat Keris pada Jumat (1/8), dan sejak itu menyebar luas melalui berbagai blog pertahanan. Foto-foto tersebut memperlihatkan rudal yang telah dipasang pada peluncur dan diyakini diambil di fasilitas Raipur A milik TNI AD di Kalimantan Timur.

Ket. Foto: — Sumber: ASEAN Defense Studies

Rudal balistik seperti KHAN dikenal sebagai rudal berpeluncur roket yang dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir. Menurut informasi dari situs resmi produsen Roketsan, rudal KHAN memiliki panjang 7,1 meter, diameter 610 mm, dan berat total 2.500 kg.

Rudal ini mampu menjangkau target sejauh 280 kilometer dan membawa hulu ledak berdaya ledak tinggi seberat 470 kg. Dengan tingkat akurasi yang diklaim memiliki probabilitas kesalahan melingkar kurang dari 10 meter, KHAN dirancang untuk memberikan tembakan presisi terhadap sasaran strategis di medan pertempuran.

Roketsan menyebut bahwa sasaran potensial dari rudal ini meliputi sistem artileri, pertahanan udara, lokasi radar, hingga fasilitas logistik musuh. Dengan jangkauan tersebut, kemampuan Indonesia dalam menjangkau wilayah-wilayah strategis, termasuk koridor maritim yang disengketakan, menjadi semakin besar.

Laporan dari Defence Security Asia menyoroti bahwa meski Indonesia bukan negara pengklaim utama di Laut Cina Selatan, namun klaim sepihak Cina melalui "sembilan garis putus-putus" tumpang tindih dengan zona ekonomi eksklusif Indonesia, khususnya di wilayah kaya minyak dan gas di sekitar Kepulauan Natuna.

Indonesia pertama kali memesan rudal KHAN pada November 2022, menjadikannya negara pertama di luar Turki yang resmi memiliki rudal tersebut dalam arsenal militernya. Hal ini disampaikan oleh Wakil Manajer Umum Roketsan, Murat Kurtulus, saat pengumuman kerja sama tersebut.

Hingga kini belum diketahui berapa jumlah rudal KHAN yang diperoleh Indonesia maupun lokasi penyebarannya secara pasti. CNA dilaporkan telah mengajukan pertanyaan resmi kepada militer Indonesia terkait detail akuisisi dan penempatan rudal tersebut.

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia terus mempercepat modernisasi sistem persenjataan militernya. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga mulai aktif mendiversifikasi mitra pemasok alat utama sistem senjata (alutsista).

Pada tahun 2022, Indonesia menandatangani kontrak pembelian 42 unit jet tempur Rafale dari Prancis senilai US$8,1 miliar. Selain itu, Cina juga dikabarkan menawarkan jet tempur J-10 kepada Indonesia sebagai opsi tambahan dalam kerja sama pertahanan.

Kerja sama militer Indonesia dengan Turki juga semakin erat, ditandai dengan berbagai kontrak yang ditandatangani dalam beberapa bulan terakhir. Dalam ajang Indo Defence 2025 yang berlangsung pada Juni lalu, Roketsan mengumumkan dua kontrak besar bersama Indonesia.

Kontrak tersebut meliputi pengadaan Rudal Anti-Kapal ATMACA dan Sistem Senjata ATMACA, serta perjanjian usaha patungan untuk pengembangan kemampuan lokal. Usaha patungan ini mencakup perakitan, produksi dalam negeri, hingga pemeliharaan dan keberlanjutan teknologi rudal di Indonesia.

Tidak hanya rudal, Indonesia juga memperluas pengadaan di sektor udara. Pada bulan lalu, Indonesia resmi menandatangani kontrak pembelian 48 unit jet tempur siluman KAAN dari Turki. Jet bermesin ganda ini merupakan produk Turkish Aerospace Industries dan dijadwalkan akan mulai dikirim ke Angkatan Udara Turki pada tahun 2028 atau 2029.

Langkah-langkah ini mencerminkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat pertahanan nasionalnya melalui kerja sama strategis dan teknologi mutakhir, terutama dengan mitra non-tradisional seperti Turki. Dengan kehadiran rudal KHAN, Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjaga kedaulatan wilayah serta stabilitas keamanan kawasan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.