Pemberian Seragam Gratis oleh Pemkot Makassar Ringankan Beban Warga
Selasa, 05 Agu 2025, 21:13 WIBMAKASSAR â Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sulawesi Selatan Prof Dr Hasnawi Haris menilai program pemberian seragam gratis oleh Pemerintah Kota Makassar Sulawesi Selatan untuk siswa SD dan SMP setempat sangat bermanfaat, dan dapat meringankan beban masyarakat khususnya para orang tua.
"Program ini meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama bagi orang tua yang tergolong kurang mampu," katanya di Makassar, Selasa (05/8).
Hasnawi Haris yang juga guru besar pada Universitas Negeri Makassar (UNM) itu menilai, program itu memiliki nilai manfaat yang signifikan, terutama dalam konteks pemerataan akses pendidikan.
"Seragam gratis yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Makassar tentu sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang berada dalam keterbatasan ekonomi. Tapi, tentu saja tidak semua masyarakat akan memandang kebijakan ini dari sudut yang sama," katanya.
Ia menyebutkan, dalam realisasi kebijakan publik, perbedaan persepsi merupakan hal yang wajar. Namun, sebagai Ketua PGRI Sulsel, dirinya menekankan pentingnya pemerintah menjalankan program ini secara konsisten dan bertanggung jawab.
"Program ini merupakan janji kampanye dari pak wali dan Ibu wawali, sehingga sudah sepatutnya ditunaikan. Ini bukan hanya soal janji politik, tapi juga soal komitmen pada pemerataan kesempatan bagi seluruh anak bangsa," tambahnya.
Hasnawi juga menilai dinamika dalam proses distribusi yang masih berlangsung. Dalam konteks ini, menurutnya, penting memastikan tidak ada kendala administratif atau teknis yang menghambat pendistribusian.
Selain itu, ia menyebut adanya aspirasi dari pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal yang ingin dilibatkan dalam proses produksi seragam. Menurut Hasnawi, hal tersebut bisa menjadi nilai tambah apabila dikelola secara adil dan transparan.
"Ini bisa jadi sinergi positif antara kebijakan pendidikan dan penguatan ekonomi lokal, selama pelaksanaannya dikawal dengan baik," terangnya.
Hasnawi menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa program ini tetap harus dijalankan hingga tuntas, dengan prinsip akuntabilitas dan keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan.
"Kuncinya ada di pelaksanaan. Selama program ini bermanfaat dan dijalankan sesuai aturan, tentu akan mendapat apresiasi dari masyarakat luas," katanya.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gubernur Jambi Perkuat UMKM sebagai Pilar Ketahanan Ekonomi
-
Korea Selatan Resah Usai Korea Utara Luncurkan Rudal Balistik
-
Kemenperin Tegaskan Investasi Manufaktur Nasional Terus Tumbuh
-
Usai OTT KPK, Aktivitas KPP Pratama dan Madya Banjarmasin Tetap Berjalan Normal
-
Kemendagri Gandeng BPS dan BNPP Petakan 15.000 Rumah di Perbatasan Jadi Layak Huni
-
Pemkot Makassar Siapkan KUR untuk PKL Terdampak Penertiban, Solusi Modal Usaha agar Tak Kembali Langgar Aturan
-
Polda Bali Tegaskan Pulau Dewata Aman, Respons Travel Warning Korea Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.