- Home
-
- Megapolitan
-
- Bukan Hari Biasa! 5 Agustu...
Bukan Hari Biasa! 5 Agustus Jadi Hari Terpendek di Tahun 2025, Ada Apa dengan Bumi?
Selasa, 05 Agu 2025, 07:45 WIBJakarta - Hari ini, 5 Agustus 2025, diprediksi menjadi hari terpendek sepanjang tahun. Meskipun secara kasatmata tidak terasa berbeda, data ilmiah menunjukkan bahwa durasi rotasi Bumi hari ini akan sedikit lebih singkat dari biasanya lebih cepat 1,52 milidetik dari standar 24 jam.
Fenomena ini sebelumnya juga tercatat pada 9 Juli dan 22 Juli, ketika masing-masing hari berlangsung lebih pendek 1,3 dan 1,38 milidetik. Temuan ini diungkap oleh situs pemantau waktu global, timeanddate.com, yang bekerja sama dengan berbagai lembaga pengukuran waktu internasional.
Kenapa Hari Ini Lebih Pendek?
Mengutip Live Science, hari menjadi lebih pendek karena Bumi berputar lebih cepat dari biasanya pada porosnya. Dalam kondisi normal, satu hari di Bumi berlangsung selama 86.400 detik. Namun, kecepatan rotasi itu bisa berubah akibat berbagai faktor, termasuk posisi Bulan dan Matahari, distribusi massa Bumi, serta perubahan medan gravitasi.
Pada Juli hingga awal Agustus, posisi Bulan berada lebih jauh dari khatulistiwa dan lebih dekat ke kutub. Hal ini memengaruhi tarikan gravitasinya terhadap Bumi, yang mendorong percepatan rotasi planet kita.
"Memang umum terjadi bahwa hari terpendek jatuh pada bulan Juli atau Agustus," kata Oleg Titov, ilmuwan dari Geoscience Australia. "Tapi biasanya akan melambat lagi pada periode November hingga Maret."
Apa Dampaknya bagi Kita?
Meskipun perbedaan hanya beberapa milidetik, efeknya bisa signifikan untuk sistem teknologi tinggi yang sangat bergantung pada akurasi waktuâseperti jaringan komputer, GPS, sistem perbankan, bahkan observatorium bintang.
"Data dikirim dan diproses dalam hitungan sepermiliar detik. Ketidaktepatan waktu bisa membuat sistem kacau," jelas David Gozzard, peneliti dari University of Western Australia.
Dr Michael Wouters dari National Measurement Institute menambahkan bahwa waktu sangat penting, bahkan untuk hal sesederhana pertanian. âKita perlu tahu waktu yang tepat untuk menanam atau panen, dan jam atom membantu kita mengukurnya dengan akurasi luar biasa.â
Saat ini, para ilmuwan di Australia menggunakan jam atom untuk mencatat waktu dengan ketelitian hingga nanodetik. "Satu jam jadi sumber waktu, dan jam lainnya jadi pembanding. Itu bagaimana kita pastikan semuanya berjalan presisi," ungkap Wouters.
Meski perubahan ini tak kasatmata, kenyataan bahwa Bumi terus mengalami percepatan dan perlambatan rotasi menjadi pengingat bahwa planet kita jauh dari statis dan waktu, sebagaimana kita pahami, lebih dinamis dari yang kita bayangkan.
- perubahan iklim
- Rotasi Bumi
- hari terpendek
- 5 agustus 2025
- waktu bumi
- efek gravitasi
Redaktur: Andriani Nuraini
Penulis: Andriani Nuraini
Berita Terkait:
-
Skema War Tiket Haji Dinilai Bukan Solusi, Mempercepat Antrean Lebih Mendesak
-
Sudan Kian Suram: 21 Juta Orang Terancam Kerawanan Pangan Akut
-
Bundesliga Jerman: Bayern Tahan Imbang Leverkusen 1-1 Meski Bermain dengan Sembilan Orang
-
Pemkab Kudus Memastikan Tidak Naikkan PBB meskipun NJOP Disesuaikan Harga Pasar
-
Pelajaran Grooming dari Sebuah Catatan Broken Strings
-
Penugasan Misi Perdamaian Dunia Bukan Hanya Menjaga Citra TNI Tetapi Juga Harumnya Negara Indonesia
-
Dinkes DKI Jakarta Gelar Tantangan ‘Downgrade Ukuran Bajumu’
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.