Hari Anti-TPPO, Masyarakat Desak Pemerintah Lakukan Langkah Nyata Lawan Perdagangan Orang

Minggu, 03 Agu 2025, 14:35 WIB

JAKARTA - Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bersama Greenpeace Indonesia dan Sumatera Environmental Initiative (SMI) menggelar aksi mendesak pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam memenuhi hak dan jaminan hukum bagi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Desakan yang disampaikan dalam aksi damai di Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car-free Day (CFD) Jalan Sudirman-Thamrin, Minggu (3/8), itu adalah keberlanjutan dari aksi tanggal 1 Agustus sebelumnya dalam rangka Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia pada 30 Juli.

Ket. Foto: Aksi untuk perangi TPPO. — Sumber: antara foto

Dalam pernyataan sikap bersama SBMI, Greenpeace Indonesia, dan SMI bersama organisasi masyarakat lain, disampaikan bahwa situasi darurat TPPO yang masih terjadi menunjukkan masih sangat banyak hal yang harus diperbaiki oleh pemerintah, termasuk penegak hukum, dalam mencegah TPPO.

“Hak restitusi yang telah diputus oleh pelbagai pengadilan senilai lebih dari Rp5,6 miliar tak kunjung dieksekusi oleh Kejaksaan,” demikian petikan pernyataan sikap bersama yang dibacakan oleh perwakilan organisasi dalam aksi tersebut.

SBMI juga mencatat sekurangnya 25 laporan polisi dan aduan masyarakat kasus perdagangan orang terhadap buruh migran pada periode 2014—2025 masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti.

Untuk itu, koalisi organisasi masyarakat mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi peran dan fungsi gugus tugas TPPO yang dimandatkan Peraturan Presiden No. 49 Tahun 2023.

Mereka juga menyerukan supaya masyarakat sipil terus mendorong pemerintah menyempurnakan kinerja dalam memberantas TPPO melalui aksi solidaritas dalam peringatan Hari HAM Sedunia dan Hari Buruh Migran Sedunia pada bulan Desember.

Koalisi masyarakat sipil turut mendesak jaminan perlindungan bagi pembela HAM, termasuk hak buruh migran dalam kerja-kerja advokasi untuk menolak gugatan terhadap partisipasi publik dengan niat pembungkaman atau SLAPP.

Lebih lanjut, peserta aksi menyampaikan kekecewaan mereka atas tindakan aparat keamanan dalam aksi di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator bidang Politik dan Keamanan pada 1 Agustus lalu.

Koalisi organisasi masyarakat menyebut bahwa para peserta aksi, termasuk penyintas perdagangan orang perempuan, mengalami kekerasan verbal dan fisik oleh aparat keamanan saat membubarkan aksi 1 Agustus itu.

Karena itu, mereka mendesak supaya Kapolri sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO menindak para personel yang melakukan kekerasan fisik dan verbal terhadap peserta aksi serta Irwasum Polri menindak personel tersebut sesuai kode etik.

Komnas HAM dan Komnas Perempuan diminta mengusut kekerasan terhadap peserta aksi, sementara Kompolnas diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perilaku personel kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa masyarakat sipil.

  • TPPO
  • Aksi Hari Anti Perdagangan Orang Sedunia

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Wali Kota Jayapura Lepas 27 Fish Apartment untuk Pulihkan Ekosistem Teluk Humboldt.

Bantuan Pemprov Kaltara Berbuah Hasil, Gubernur Hadiri Panen Perdana Telur Ayam Petelur.

Universitas Tadulako Susun Aturan Etika, Larangan Perilaku LGBT Masuk Regulasi Kampus

Dinsos: Karawang Jadi Daerah Tujuan Gelandangan, Pengemis, Pemulung, dan Pengamen dari Luar Daerah.

Universitas Tadulako Siapkan Regulasi Etika, Termasuk Larangan Perilaku LGBT.

Piala Presiden 2026 Libatkan 100 UMKM Lokal, Dorong Ekonomi di Bandung dan Surabaya

Spektakuler! Jazz Gunung Bromo 2026 Sulap Bromo Jadi Panggung Musik Kelas Dunia, Pariwisata Probolinggo Melesat

Sawah terdampak kekeringan di Banten

Heboh! Karawang Jadi Tujuan Gelandangan dan Pengemis dari Luar Daerah, Penghasilan Tembus Rp150 Ribu Sehari

Pemkab Bekasi Buka Pendaftaran Beasiswa Banpin 2026, Kuota 100 Mahasiswa dan Bantuan UKT Rp5 Juta

Keanu Reeves Akan Kembali sebagai John Wick Tiga Kali Lagi: Bagaimana Lionsgate Menghidupkannya Lagi setelah Mati di Chapter 4?

Russia Tarik Sistem Pertahanan Udara S-300/S-400 dari Pabrik Kapal Selam Nuklir, Severodvinsk Makin Rentan

Tayang Oktober, Guillermo del Toro Siapkan Pan's Labyrinth Versi 3D Tanpa AI: 'Kami Melindungi Warisan Seni'

Tiongkok Uji Terbang Prototipe Terbaru Jet Tempur Siluman Generasi Keenam

Mengenal "Ukraine Kill Zone", Zona Kematian yang Mengubah Wajah Peperangan Modern

Fenomena Bediding Selimuti Jawa Timur, Ini Lima Wilayah dengan Suhu Paling Dingin - Bromo Tembus 5 Derajat Celsius

Produksi rumput laut di Nunukan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.