Andi Matawang Dukung Tanggul Pemecah Ombak di Wilayah Pesisir Gorontalo Utara
Sabtu, 02 Agu 2025, 19:55 WIBAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo Andi Matawang mendukung pembangunan tanggul pemecah ombak 'break water' di Wilayah Kecamatan Ponelo Kepulauan.
"Ini upaya strategis melindungi wilayah tersebut dari ancaman bencana abrasi pantai, serta pukulan ombak besar saat musim tertentu yang mengancam keselamatan warga serta permukiman yang ada," kata Andi di Gorontalo, Jumat.
Menurutnya pembangunan tanggul pemecah ombak merupakan langkah tepat dalam mengantisipasi bencana maupun meminimalisir dampak yang ditimbulkan.Â
"DPRD akan terus menyuarakan kepentingan pembangunan tanggul tersebut kepada pemerintah, sesuai harapan masyarakat," kata Andi.
Kepala Desa Ponelo Kecamatan Ponelo Kepulauan Tommy Buheli mengatakan pembangunan tanggul pemecah ombak menjadi sangat prioritas di wilayah itu.
"Sudah puluhan tahun warga Ponelo memperjuangkan aspirasi pembangunan tanggul pemecah ombak sebab sangat penting bagi keberadaan pulau dan masyarakat," katanya.
Setiap tahun pihaknya kata Tommy berupaya secara bertahap membangun tanggul pemecah ombak dengan memanfaatkan dana desa.
"Dana desa Ponelo, sekitar Rp600 juta lebih. Kami memilih menggunakannya untuk kegiatan tanggap darurat bencana demi merealisasikan pembangunan tanggul pemecah ombak. Pengerjaan nya dilakukan melalui padat karya, dengan memberdayakan masyarakat lokal untuk terlibat langsung sebagaimana anjuran pemerintah," katanya.
Tanggul pemecah ombak sangat penting, sebab untuk mengamankan rumah-rumah penduduk, juga perahu-perahu nelayan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Selain itu, pusat perekonomian di kecamatan ini, ada di Desa Ponelo.
Saat musim ombak datang atau musim angin barat di bulan-bulan November hingga Maret, warga terpaksa mengungsi di perbukitan sebab terjangan ombak menjangkau ke permukiman.
Sebanyak 1.260 orang warga di desa tersebut, tersebar di tiga dusun. Mayoritas penduduk bermukim di Dusun Ponelo Satu dan Dua yang berada di sepanjang bibir pantai. Sementara Dusun Bihe berada di perbukitan.
Oleh karena itu, aspirasi pembangunan tanggul pemecah ombak terus disuarakan.
"Melalui dana desa, bisa kami kerjakan bertahap setiap tahun. Namun jika memungkinkan terdapat bantuan anggaran dari pemerintah daerah maupun pusat, tentu warga sangat menyambut penuh suka cita untuk mempercepat realisasi tanggul pemecah ombak,".
- tanggul pemecah ombak
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Tim Koran Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.