Kejar Target Terlampaui! Lifting Minyak RI Tembus Batas APBN 2025
Kamis, 31 Jul 2025, 08:53 WIBJAKARTA - Lifting migas, terutama minyak bumi, merupakan sumber utama pendapatan negara melalui pajak, royalti, dan bagi hasil produksi.
Peningkatan lifting migas dapat meningkatkan penerimaan negara, yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan lifting minyak per 30 Juli 2025 sudah mencapai 608 ribu barel per hari (bph), melampaui target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 605 ribu bph.
âHari ini saya baru keluar dari kantor, saya lihat di layar monitor yang online, sudah mencapai 608 ribu barel hari in lifting kita,â ucap Bahlil ketika ditemui di sela acara Energi Mineral Festival yang digelar di Jakarta, Rabu (30/7).
Akan tetapi, lanjut dia, angka tersebut bukanlah angka akumulatif lifting minyak untuk bulan Juli 2025.
Bahlil menyoroti bahwa keberhasilan tersebut merupakan kali pertama bagi Indonesia mencapai target lifting minyak di APBN.
âSaya mohon dukungan untuk lifting kita (pada 2025) bisa mencapai sesuai target APBN,â tutur dia.
Ia menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi oleh Indonesia agar akumulasi lifting minyak pada 2025 bisa mencapai target APBN. Berbagai tantangan tersebut meliputi sumur-sumur Indonesia yang sudah menjadi sumur-sumur tua, sehingga terjadi penurunan produksi migas di sumur-sumur tersebut.
Selain itu, juga terdapat 4.495 sumur yang tidak beroperasi atau sumur idle, serta investasi di bidang migas yang berisiko besar dan membutuhkan modal besar.
âTetapi, kalau kita melihat dari upaya yang kita lakukan dengan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama), dengan teman-teman pengusaha, rasanya ada secercah harapan untuk kita menuju perbaikan lifting dan mencapai target,â tutur Bahlil.
Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pada semester I-2025, realisasi lifting minyak bumi sebesar 578 ribu barel per hari (bph), atau mencapai 95,5 persen dari target lifting minyak 2025 sebesar 605 ribu bph.
Djoko menyampaikan capaian lifting minyak pada Juni 2025 lebih tinggi apabila dibandingkan dengan Juni 2024, dengan realisasi lifting minyak pada Juni 2024 sebesar 576,1 ribu bph.
Ia berharap pada Desember 2025 nanti, target lifting minyak yang termaktub di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025, yakni sebesar 605 ribu bph, dapat tercapai.
Sedangkan, realisasi total lifting migas pada Juni 2025 sebesar 1,557 juta barel setara minyak per hari (BOEPD), atau sebesar 96,7 persen dari target APBN 2025 sebesar 1,610 juta BOEPD.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kicau Rezeki di Musim Imlek: Cerita Pedagang Burung Pipit Raup Puluhan Juta di Palembang
-
Kejar Target Lifting Minyak 610 Ribu Barel di 2026, Ini Jurus Bahlil atasi Masalah Produksi
-
Mengenal Pasukan Elite Iran: Kiprah Mematikan IRGC di Balik Konflik Iran-Israel!
-
Sabalenka Targetkan 3 Gelar Australian Open Berturut-turut
-
Duka Bali Belum Usai: 16 Orang Tewas, Satu Masih Hilang Akibat Banjir
-
1.898 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi di Depan Kedubes AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.