Inaki Williams, Kapten Kulit Hitam Pertama Athletic Bilbao yang Suarakan Perjuangan Kaum Migran

Kamis, 31 Jul 2025, 07:00 WIB

MADRID, SPANYOL — Inaki Williams resmi mencetak sejarah sebagai kapten kulit hitam pertama Athletic Bilbao, klub legendaris yang selama lebih dari satu abad hanya merekrut pemain berdarah Basque. Namun lebih dari sekadar simbol, Williams membawa pesan penting: keberagaman adalah kekuatan,dan migran pantas mendapatkan tempat di hati masyarakat Spanyol.

Dalam konferensi pers pada hari Rabu (30/7), penyerang berusia 31 tahun itu mengaku bangga bisa mewakili jutaan imigran yang datang ke Spanyol untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia juga menyinggung peningkatan retorika anti-migran dari kelompok sayap kanan yang belakangan merebak di sejumlah wilayah negeri Matador.

Ket. Foto: Inaki Williams — Sumber: AFP

“Tanpa orang tua saya, saya dan Nico tak akan berada di sini,” ujar Williams. “Kami beruntung bisa mewakili banyak orang yang datang dari luar untuk mencari penghidupan. Menjadi sosok panutan untuk mereka sangat penting bagi kami.”

Williams lahir di Bilbao, namun orang tuanya berasal dari Ghana dan menempuh perjalanan penuh risiko melintasi gurun Sahara untuk mencapai Spanyol. Ibunya bahkan memanjat pagar perbatasan yang memisahkan Maroko dan wilayah Melilla dalam kondisi hamil muda.

Pernyataannya muncul di tengah meningkatnya ketegangan sosial di Spanyol, menyusul bentrokan selama tiga malam di kota Torre Pacheco, Murcia, antara kelompok ekstrem kanan dan penduduk setempat yang mayoritas keturunan Afrika Utara. Insiden itu dimanfaatkan partai sayap kanan VOX, yang terus mendorong agenda deportasi massal terhadap migran gelap.

“Mungkin sekarang ekstrem kanan sedang ‘naik daun’. Tapi kami yang punya suara akan terus bekerja, membungkam kebencian, dan meruntuhkan batas-batas yang memecah belah,” tegas Williams.

Williams bersaudara,Inaki dan Nico,menjadi pilar utama dalam skuad Bilbao musim ini. Nico, yang berusia 23 tahun dan telah menjadi andalan tim nasional Spanyol, baru saja memperpanjang kontraknya di tengah rumor ketertarikan dari Barcelona. Keduanya siap mengemban tanggung jawab besar, tak hanya di lapangan, tapi juga sebagai simbol perubahan di tubuh klub tradisional yang kini membuka diri pada keberagaman identitas.

Dengan penunjukannya sebagai kapten, Inaki Williams tidak hanya menulis babak baru dalam sejarah klub, tetapi juga memperkuat pesan bahwa sepak bola bisa menjadi wadah untuk melawan diskriminasi dan menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.