Lewis Hamilton Bangkit di Spa dan Serukan Perdamaian untuk Gaza
Selasa, 29 Jul 2025, 07:00 WIBSPA-FRANCORCHAMPS â Lewis Hamilton bangkit dari awal akhir pekan yang buruk di Grand Prix Belgia untuk finis ketujuh pada Minggu (27/7), namun justru pernyataan terkuatnya disampaikan di luar lintasan. Juara dunia tujuh kali itu menunjukkan kepiawaiannya di lintasan basah setelah tersingkir di sesi Q1 pada Jumat dan tergelincir saat sprint qualifying, sebelum akhirnya mengamankan poin penting bagi Ferrari.
âSaya sangat lega bisa tampil seperti yang saya harapkan dari diri saya sendiri," kata Hamilton. "Dua hari pertama di sini sangat buruk, tapi untungnya hari ketiga menebus sedikit kekecewaan itu. Saya tumbuh di lintasan basah dan belajar mencintai balapan di atasnya."
Hamilton perlahan mulai menyesuaikan diri dengan paket upgrade suspensi belakang Ferrari, yang telah sukses dimanfaatkan Charles Leclerc untuk naik podium. Bos tim Ferrari, Frédéric Vasseur, memuji semangat juang pembalap berusia 40 tahun itu. "Itu balapan yang sangat agresif," ujarnya, sembari berseloroh tentang duel Hamilton dengan Alex Albon di akhir lomba: "Saya rasa, kalau ada balapan 24 jam Spa, dia akan tetap ada di belakang Albon."
Hamilton, yang sebelumnya meminta maaf secara terbuka atas kesalahan di sesi kualifikasi, kembali menekankan soal tanggung jawab. "Saya ingin sekali lagi meminta maaf kepada para penggemar. Tapi saya tetap bersemangat. Kami meraih banyak poin, terutama atas Mercedes, dan saya semakin memahami semua peningkatan di Ferrari."
Di luar arena balap, Hamilton menggunakan platformnya untuk menyerukan perdamaian atas krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza. Melalui rangkaian unggahan di Instagram Story, ia menyuarakan dukungan untuk gencatan senjata, serta menyerukan perhatian pada kampanye kemanusiaan dari UNICEF, World Food Programme, dan berbagai LSM medis.
"Diam dan tidak adanya tindakan dari komunitas internasional akan dinilai oleh generasi mendatang," tulisnya. "Mereka yang berkuasa harus melakukan segalanya untuk mengakhiri penderitaan ini, dan mereka harus melakukannya sekarang."
Pernyataan ini menegaskan kembali komitmen Hamilton terhadap isu-isu sosial, meskipun sering kali mengundang kritik. "Saya kadang diberi tahu, 'Diam dan balapan saja.' Tapi itu bukan saya. Saya memang pembalap, tapi saya juga melakukan hal lain,saya bisa masuk ke ruang-ruang penting dan melakukan percakapan sulit. Itulah saya."
Berbicara kepada RTBF, Hamilton juga merenungkan pengalaman emosionalnya membalap untuk Ferrari. "Saya mencintai balapan dalam balutan merah. Kadang saya harus mencubit diri sendiri dan berkata, 'Saya membalap untuk Ferrari.' Rasanya luar biasa."
Namun ia mengakui bahwa tekanan dan ekspektasi sebagai pembalap Ferrari melebihi apa yang ia bayangkan. "Saya sudah mempersiapkan diri untuk energi besar, tapi ternyata... ini lebih intens dari yang saya bayangkan."
Hamilton juga berbagi tentang pengorbanan pribadi dalam perjalanannya meraih sukses. "Saya tidak ingin punya penyesalan. Sepuluh tahun terakhir, saya fokus pada kesehatan, kesejahteraan, kesehatan mental, dan teknik mengemudi saya."
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ferrari Siap Akhiri Laju Kemenangan Antonelli di GP Monako
-
Lestari Moerdijat: Peningkatkan Literasi Anak Bangsa Harus Konsisten
-
Program Pilah Sampah di Rorotan Berhasil Kurangi hingga 6 Ton Sampah
-
Keberangkatan PPIH di Bandara Soetta
-
Van Dijk Minta Maaf Usai Liverpool Dibantai Manchester City
-
Perbaikan Atap di Gate 7 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Telah Selesai
-
PBB akan Melakukan Pemungutan Suara Soal Resolusi Selat Hormuz
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.